Petani Milenial Kalsel Dapat Ilmu Lewat Program Magang

Minggu, 30 Juli 2023 – 22:52 WIB
Tingkatkan daya saing dan kompetensi, Kementan magangkan petani milenial Kalsel. Foto: Kementan

jpnn.com, TANAH BUMBU - Kementerian Pertanian (Kementan) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) terus mendukung upaya regenerasi petani dan menumbuhkan lebih banyak pebisnis muda dibidang pertanian.

Melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Services (YESS) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sebagai National Project Management Unit (NPMU), mendukung upaya upaya munculnya generasi penerus pelaku pembangunan pertanian.

BACA JUGA: Bersama Petani Milenial-Stakeholder, Kementan Siap Mewujudkan Pangan Berkelanjutan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menaruh harapan besar pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian.

Menurutnya, milenial harus berani menjadi petani atau mendirikan starup pertanian.

BACA JUGA: Petani Kopi di Sulsel Mengaku Tertipu Ratusan Juta, Pihak Ekspedisi Diduga Terlibat

"Usaha pertanian itu paling pasti untuk dilakukan. Selain untuk ekonomi, bisa juga membuka lapangan kerja. Coba bandingkan dengan usaha tambang yang membutuhkan waktu 10 tahun - 20 tahun baru bisa mendatangkan hasil. Kuncinya adalah ada kemauan dan pintar dalam membaca peluang," ujar Mentan Syahrul.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan sudah saatnya pertanian dikelola generasi milenial.

BACA JUGA: Polisi Tembak Polisi, Anggota Densus 88 Bripda Ignatius Diduga Dibunuh Secara Terencana

“Menggunakan kreativitas dan inovasinya. Sehingga, pertanian ke depan menjadi modern. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, tetapi juga berorientasi ekspor,” paparnya.

Guna terus mencetak generasi muda bidang pertanian terutama di Kalimantan Selatan, Kali ini BPPSDMP, Kementan memaksimalkan peran UPT-nya, yaitu SMK-PP Negeri Banjarbaru, sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalimantan Selatan dalam Program YESS.

Di 2023 ini, PPIU Kalsel kembali akan melaksanaan permagangan bagi calon penerima manfaat (CPM) Program Yess.

Terkait hal tersebut PPIU Kalsel melakukan road trip untuk pembekalan dan melepas peserta magang di tiga wilayah program YESS di Kalimantan Selatan, yaitu Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

Pembekalan dan pelepasan pemagangan bersertifikat dalam negeri Program YESS 2023 kali ini diawali di Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (24/7/2023), yang kemudian dilanjutkan juga di dua kabupaten lainnya.

PPIU Kalsel bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tanah Bumbu melepas dan memberikan pembekalan bagi peserta magang, yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kabupaten Tanah Bumbu. Untuk peserta dari wilayah Tanah Bumbu sebanyak 23 orang petani milenial.

Di kesempatan ini hadir perwakilan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Kepala Bappeda Litbang Tanah Bumbu, Manager Program YESS PPIU Kalsel, Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, dan Disnakertrans Tanah Bumbu.

Project Manager (PM) PPIU Kalsel Angga Tri Aditia Permana yang hadir di kesempatan ini mengatakan bahwa pemagangan ini tidak lepas dari kerjasama dengan SKPD terkait, seperti Dinas Pertanian, Bappedalitbang, dan Dinas Nakertrans yang memfasilitasi penerima manfaat program YESS untuk melakukan magang.

“Pemagangan ini tidak lepas dari kerja sama dengan dinas terkait di Tanah Bumbu. Maka dengan ini diharapkan setelah mereka menyelesaikan pemagangan ini dapat menjadi petani yang berkompeten serta jika dapat berwirausahan di daerahnya masing-masing,” jelas Angga.

"Pemagangan program YESS di Tanah Bumbu sudah masuk tahun ke 3, sudah banyak petani milenial kami di Tanah Bumbu yg mendapat manfaat. Harapan kami agar petani milenial di Tanah Bumbu dapat lebih berkembang dan menjadi petani yang berkompeten,” katanya.

Sesuai info yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu menyampaikan jumlah peserta magang untuk PT Buana Karya Bhakti sebanyak 20 Orang, PT. Simbiosis Karya Agroindustri (SISKA) sebanyak 15 Orang dan Untuk Koperasi Warga Sejahtera (KWS) sebanyak lima orang. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siswa Tewas Saat MPLS, Kepala SMP jadi Tersangka, Polisi Temukan Fakta Ini


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler