Petani Rumput Laut Gigit Jari Saat Musim Hujan

Rabu, 13 Februari 2019 – 05:47 WIB
Petani rumput laut. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, SIDOARJO - Petani rumput laut di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jatim merugi besar di puncak musim hujan. Sebab cuaca tidak menentu ini membuat rumput laut di lahan tambak terkena banjir rob.

Hal ini dirasakan petani rumput laut di Dusun Tanjung Sari Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Hasil pengeringan rumput laut sudah berkurang sejak memasuki musim penghujan September 2018 lalu.

BACA JUGA: 5 Cara Sembuhkan Flu pada Musim Hujan

Menurut Mustofa petani rumput laut, jika di musim kemarau lalu, petani bisa mengeringkan rumput laut mencapai 400 hingga 600 ton dalam satu bulan.

"Kini dengan cuaca tidak menentu hanya bisa mengumpulkan rumput laut 150 hingga 200 ton rumput laut," ujar Mustofa.

BACA JUGA: Pak Dirjen Dukcapil Naik Ojek, sampai Pantatnya Pegel

Turun hasil pengeringan tersebut otomatis mengurangi pendapatan para petani rumput laut di wilayah pesisir Sidoarjo di Kawasan Jabon.

Tak hanya berkurang, rumput laut yang telah tumbuh di area pertambakan jug rusak sebab ada banjir rob yang datangnya dari laut.

BACA JUGA: Ojek Online di Musim Hujan Deras, Bisa Rp 300 Ribu per Hari

"Untuk harga bahan baku rumpur laut mentah dijual Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram dan dijual ke perusahaan hingga melalui jalur eksport," kata Mustofa.

Petani rumput laut laut berharap pemerintah mendengar keluhan puluhan pekerja rumput laut agar membantu dalam pemasaran bahan baku rumput laut. Dengan demikian, bisa mengangkat ekonomi warga desa. (pul/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banjir di Musim Hujan, Waspadai Hipotermia!


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler