Petualangan Helg Sgarbi, si Don Juan Eropa

Mengaku Agen Rahasia, Incar Target di Hotel atau Spa Mewah

Rabu, 11 Maret 2009 – 10:03 WIB
Helg Sgarbi Foto: periodistadigital.com

KIPRAH Helg Sgarbi sebagai gigolo papan atas berakhir gara-gara berusaha memeras wanita terkaya di JermanSelalu mempelajari dengan cermat profil calon korban sebelum beraksi

BACA JUGA: Terungkap Lagi, Rencana Pembunuhan PM Turki



SIAPA sangka pria yang hadir di pengadilan Munich Senin lalu (9/3) itu adalah seorang "pemangsa wanita" kelas kakap Eropa
Wajahnya tirus dan berkacamata, posturnya tinggi tapi kurus

BACA JUGA: Spesialis Penipu Wanita Kaya, Don Juan Diadili

Jauh dari kesan macho atau maskulin yang selama ini menjadi penanda paling gampang seorang gigolo


Tapi, memang benar kata pepatah, jangan pernah menilai buku dari sampulnya

BACA JUGA: Ketegangan Meningkat di Semenanjung Korea

Dengan penampilan yang lebih mirip akademisi itu, Helg Sgarbi, pria itu, sukses menyinggahi hati para wanita kaya di Benua BiruDari para korbannya itulah pria Swiss berusia 44 tahun tersebut bisa mengantongi uang mencapai 9 juta Euro (sekitar Rp 135 miliar)

Rahasianya? "Dia sangat mempesona dan penuh perhatian," aku Susanne Klatten, korban terakhir Sgarbi, kepada kepolisian Munich, sebagaimana dikutip Daily Mail. 
7,5 juta Euro (Rp 112,5 miliar) di antaranya dia kantongi dari Klatten, wanita terkaya di JermanSgarbi dengan mulut manisnya berbohong kalau dia baru saja menabrak seorang putri mafia di FloridaSang bapak, kata Sgarbi, meminta dia menebus nyawa anaknya dengan uang 10 juta Euro (Rp 150 miliar)

Sgarbi mengaku baru punya uang 3 juta Euro dan tak tahu bagaimana harus menutup kekuarangannyaMerasa iba, Klatten yang mewarisi kekayaan berlimpah dari keluarganya yang merupakan pemilik pabrikan mobil BMW memberi pria yang dikenalnya di sebuah spa di Innsbruck, Austria, pada Juni 2007 itu uang sebesar 7 juta Euro tadi.       

"Kepada kami dia (Sgarbi) mengaku tahu betul apa yang harus dikatakan dan dilakukan di hadapan wanita-wanita kaya yang kesepian," ujar seorang penyidik dari Kepolisian Munich, seperti dikutip The Times

Itu terbukti dalam kasus KlattenKetika pertama bertemu di Innsbruck, Sgarbi mengaku sebagai seorang ayah yang putrinya menderita penyakit dan membutuhkan uang untuk perawatannyaSebagai seorang ibu dari tiga anak, Klatten langsung berempati

Sejak saat itu hubungan keduanya semakin dekatEmpat minggu setelah pertemuan pertama itu, keduanya bertemu di kamar 629 Hotel Holiday Inn di MunichHotel tersebut dipilih karena sistem booking di sana bisa dilakukan tanpa nama jelasDari sebelah kamar tersebut, kamar 630, adegan hubungan intim mereka direkam secara sembunyi-sembunyi.

Setelah penipuan yang pertama berhasil, Sgarbi semakin agresifDia merayu Klatten untuk meninggalkan suaminyaTak lupa dia meminta wanita terkaya di dunia nomor 55 versi majalah Forbes itu untuk mengeluarkan uang 290 juta Euro untuk memulai hidup baruMelihat gelagat buruk tersebut, Klatten memutuskan mengakhiri hubungan.

Keputusan itulah yang membuat Sgarbi meradangDia mulai mengancam akan menyebarkan foto dan rekaman berisi adegan ranjang mereka ke internet
Sebelumnya, Sgrabi telah mengirim CD berisi dokumen skandal tersebut ke kantor KlattenNamun, kali ini jurusnya tak mempanKlatten memilih untuk mengakui perselingkuhannya dengan Sgarbi kepada sang suami, JanKeduanya pun lalu melaporkan tindakan pemerasan itu kepada polisiSang gigolo kemudian ditangkap saat akan mengambil uang Euro14 juta yang telah disepakati oleh Klatten

Dalam sidang pertamanya Senin lalu terungkap, jurus kibul ala sang Don Juan itu setidaknya telah dilancarkan kepada tiga mangsaSalah satunya adalah Comtesse Verena du Pasquier-Geubels, 83, pemilik tempat peristirahatan di Danau Jenewa

Sebagai penipu, Sgarbi yang kini terancam hukuman penjara 10 tahun itu juga punya segudang modusKepada para korbannya, dia pernah mengaku sebagai agen rahasia yang bekerja untuk pemerintah SwissDia mengarang cerita biasa ditugaskan di wilayah konflikKarena itu para korbannya menyebut Sgarbi sebagai James Bond.

Playboy berumur tersebut biasanya mempelajari dulu profil targetnya dengan cermatBiasanya targetnya adalah para wanita kesepian di Jerman, Austria, dan Swiss yang berpenghasilan tinggiKemudian untuk melakukan pendekatan, Sgarbi selalu bertemu korbannya di hotel mewah, spa kelas atas, dan ski resort khusus wanita(cak/ttg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Negara G20 Gandakan Dana IMF


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler