Petumbuhan Pengguna Domain .id Naik 27,2 Persen

Selasa, 05 November 2019 – 06:55 WIB
Ilustrasi nama domain. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Nama domain .id (Indonesia) mencatatkan pertumbuhan pengguna tertinggi di kawasan Asia Tenggara, yakni sebeesar 27,2 persen dalam tahun ini. Angka tersebut berdasarkan data internasl dari forum Asia Pacific Top level Domain Association (APTLD).

Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Yudho Giri Sucahyo mengatakan, pencapaian tersebut tidak lepas dari peranan PANDI dalam menjalankan tugasnya sebagai registrar domain .id dan juga para mitra penjual domain .id.

BACA JUGA: Bikin Blog Kini Lebih Mudah dengan Domain dari Pandi

"PANDI telah melakukan beberapa manuver strategi dalam memasarkan nama Domain .id. Seperti mempermudah pendaftaran, hingga perubahan harga pada domain my.id yang sangat efektif, serta lebih proaktif melakukan aktivitas pemasaran di pasar global," ungkap Yudho dalam keterangan persnya, Senin (4/11).

Menurut data internal PANDI per September tahun ini, total jumlah domain .id mencapai 336,196 nama. Jumlah tersebut tumbuh sebanyak 19,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Asyik! Nama Domain my.id Dijual Hanya Rp 10 Ribu

Angka tersebut juga merupakan pertumbuhan yang tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya. PANDI memprediksi hingga akhir tahun ini pencapaian domain .id akan menyentuh angka 350.000 pengguna domain. Bahkan Yudho optimis bahwa PANDI akan menembus lebih dari 500.000 domain hingga akhir tahun 2020.

“Dengan perkembangan yang terus positif, kami berharap di tahun 2020 bisa mencapai bahkan melebihi angka yang ditargetkan,” ungkapnya.

Terkait pemasaran domain .id di luar negeri, Yudho berujar, saat ini ada tantangan baru bagi PANDI, yakni perubahan Peraturan Pemerintah No 82/2012 menjadi PP No 71/2019.

Dalam peraturan baru tersebut, PANDI tetap belum bisa melakukan kerja sama langsung dengan mitra registrar luar negeri, sehingga upaya pemasaran ke luar negeri belum bisa dilakukan secara optimal.

"Jadi PANDI masih harus melalui beberapa langkah ke luar negeri, seperti registrar asing harus membuka badan hukum representatif di Indonesia. Akibatnya, ambisi PANDI meraih pengguna domain .id di kisaran angka 800 ribu nama belum dapat terlaksana pada tahun ini," pungkas Yudho. (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler