PHRI: Guest House Bikin Okupansi Hotel Menurun

Kamis, 20 Juni 2019 – 15:35 WIB
Ilustrasi guest house. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, BALIKPAPAN - Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Salman Urip mengaku sudah beberapa kali menyuarakan agar guest house bisa ditertibkan.

Terlebih cukup banyak hunian homestay di Kota Beriman, julukan Balikpapan, yang tidak berizin.

BACA JUGA: Harga Tiket Pesawat Mahal Membawa Berkah Bagi Bisnis Hotel

“Kehadiran mereka (guest house) memicu penurunan okupansi hotel berbintang maupun nonbintang. Perlu ada pembatasan tempat penginapan di Balikpapan. Paling tidak memilah yang boleh beroperasi hanya mereka yang berizin saja,” terangnya, Selasa (18/6).

BACA JUGA: Cara Jitu Pelindo Permudah Sistem Pembayaran

BACA JUGA: Harga Tiket Pesawat Mahal, Okupansi Hotel Meningkat

Dia mengungkapkan, saat ini okupansi kamar hotel saat hari biasa tidak sampai 50 persen. Pada akhir pekan angkanya berkisar di antara 70 persen.

“Persaingan akan semakin ketat karena masih ada saja hotel baru yang muncul tiap tahunnya,” tuturnya.

BACA JUGA: Kepala BPS: Okupansi Hotel Turun juga Karena Tiket Pesawat Mahal

Terbaru ada Four Point by Sheraton Balikpapan di dekat Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan.

Padahal, menurut dia, kondisi kamar yang ada saat ini belum penuh semuanya. Karena itu, perlu ada pembatasan.

“Semua harus dibatasi. Guest house juga menyediakan kamar. Ini menyangkut okupansi kamar. Sekarang untuk weekday itu tidak sampai 50 persen. Berarti ketersediaan kamar saat weekday, itu sudah banyak,” katanya.

Menurutnya, kondisi seperti itu tidak pernah terhitung dengan pasti. Selain adanya guest house, juga ada indekos harian.

Menurut dia, seharusnya ada perlakuan yang sama kepada tempat-tempat penginapan karena akan memberikan dampak ekonomi.

“Dari pajak kan kami dipungutnya cukup besar. Nah, kalau guest house bagaimana? Apalagi yang tidak berizin. Nanti kalau kelebihan jumlah kamar hotel, okupansi turun. Tentu pajak yang diterima juga akan turun,” terangnya.

Dia juga menyadari, dengan bertambahnya hotel maka akan menambah peluang kerja.

“Kalau tidak dihitung dengan baik, ada yang menambah. Akan tetapu, ada juga yang akan tutup. Jadi, sebetulnya sama saja,” tegasnya.

Terpisah, Manager Red Doorz Balikpapan Fenny Febrianty mengatakan, peminat guest house di Balikpapan cukup banyak.

“Biasanya saat weekend yang ramai. Namun, berbeda dengan hotel, pada weekdays juga ramai,” tuturnya.

Dia menjelaskan, yang terdaftar di Red Doorz untuk Balikpapan dan Samarinda berjumlah 14 guest house.

Semua penginapannya berizin, pasalnya untuk mendaftar tidak bisa sembarangan.

“Okupansi rata-rata homestay ini di angka 70 persen. Weekend yang ramai, biasanya menjadi pilihan bagi keluarga. Tamunya lokal, dari Samarinda dan sekitarnya. Kalau dibanding hotel, hampir sama saja,” katanya. (aji/ndu/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Libur Lebaran Lumayan Panjang, Hotel Panen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler