Pilah Sampah ke Lima Wadah, Jadikan Pendapatan

Kebijakan Baru Kota Devon, Masih Diprotes Warga

Sabtu, 11 September 2010 – 20:11 WIB
DEVON - Kebijakan baru soal sampah memusingkan warga Kota DevonSelama ini, mereka terbiasa memilah sampah di dua tempat

BACA JUGA: Meski Macet, Jangan Tahan Kencing Kelamaan

Namun, peraturan baru di wilayah barat daya Inggris itu, menuntut agar warga memilah sampah ke dalam lima tempat yang berbeda
Praktis, kebijakan yang baru diterapkan sehari itu menuai 6.000 protes dari warga sekitar karena membuat mereka kewalahan.

"Benar-benar membingungkan

BACA JUGA: MISS, Teknik Baru Bedah Tulang Belakang

Saya tidak tahu apa yang akan dimasukkan ke dalamnya
Tampaknya begitu rumit

BACA JUGA: Jelang Lebaran, Pemudik Ramai Titip Hewan

Semua orang sudah merasakan hal yang sama," tutur Nicola Hearn (44), seorang ibu rumah tangga, seperti dilansir Daily Mail, Kamis (9/9).

Menurut skema pembuangan sampah baru, sekarang warga harus memilah sampah ke lima tempat sampah berbedaSetiap kotak memiliki kategori masing-masingKotak pertama khusus kaca, kardus, serta kertas aluminium foilKategori kedua untuk sampah kertas, kaleng, tekstil, botol plastikYang ketiga adalah aerosolBerikutnya, khusus sampah berupa limbah makananTerakhir untuk materi yang tidak dapat didaur ulangDiperkirakan dengan menyimpan semua itu, pihak yang berwenang mengatakan bisa mendapatkan GBP 14 juta (Rp 194,67 miliar) dalam setahun.

Sistem pembuangan baru itu merupakan hasil kerjasama perusahaan swasta Mei Gurney dan Dewan TorbayTor2, perusahaan yang baru menerapkan skema operasi pembuangan sampah itu, mengatakan tujuannya adalah untuk mendaur ulang 50 persen dari semua limbah pada 2012Dengan menerapkan skema baru tersebut, dewan kota dikatakan akan terbantu karena jumlah limbah daur ulang dapat ditekanSehingga mereka dapat memenuhi target yang ditetapkan oleh Uni Eropa.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah memberitahu sekitar 60.000 kepala keluarga, bahwa mereka perlu memilah-milah sampahAkan tetapi sebagian besar dari mereka merasa terganggu, karena telah terbiasa hanya memiliki dua keranjang sampahYakni satu tempat sampah untuk daur ulang dan satu tempat sampah untuk limbah umum, yang dikumpulkan pada minggu tertentu.

Menanggapi keluhan warga, juru bicara Dewan Torbay menyatakan meminta maafDewan kota katanya, menyadari bahwa butuh waktu untuk mengubah kebiasaan wargaNamun mereka yakin warga kota dapat beradaptasi dengan cepat.

"Kami memperoleh banyak keluhanSayangnya tidak semua orang terbiasaKami meminta maaf untuk ituKami yakin orang-orang bisa dengan cepat akrab dengan rutinitas (memilah sampah ke dalam lima tempat sampah)," tutur juru bicara dewan(war/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wanita Baik-baik Rentan Tertular HIV/AIDS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler