Pilgub Jatim: PDIP Prediksi Selisih Tipis

Rabu, 27 Juni 2018 – 07:03 WIB
Puti Guntur Soekarno. Foto: Mahesa Indra/Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - PDI Perjuangan melihat persaingan Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak dengan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno di Pilgub Jatim akan berjalan ketat sampai proses pencoblosan.

Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional DPP PDIP Arif Wibowo menyatakan, pasangan Gus Ipul-Puti diperkirakan menang tipis di atas 50 persen. ’’Prediksi kami menang. Namun, di kisaran margin of error survei, maksimal (unggul) 3 persen,’’ katanya.

BACA JUGA: Pilgub Jatim: Gus Ipul Sebut Angka Kemenangan

Menurut Arif, dengan persaingan sampai saat ini, prediksi masih bisa berubah. PDIP bersama koalisi pendukung Gus Ipul-Puti masih intensif melakukan pemantauan pada hari terakhir masa tenang.

’’Kami awasi sampai malam. Karena ini masing-masing paslon juga mengawasi, jangan sampai terjadi potensi kecurangan,’’ ujarnya.

BACA JUGA: Bu Khofifah Senyum, Merasa Lebih Tenang

Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meningkatkan kewaspadaan menjelang hari H pencoblosan. Ketua Bawaslu Abhan menyatakan, patroli pengawasan yang dilakukan sejak masa tenang hari pertama diintensifkan pada hari terakhir. ’’Kami upayakan pencegahan maksimal. Salah satunya patroli pengawasan 24 jam,’’ kata Abhan.

BACA JUGA: Hasil Survei SMRC Pilgub Jatim: Selisihnya Lumayan nih

Menurut dia, patroli 24 jam terutama dilakukan di wilayah yang termasuk kategori TPS rawan. Sebelumnya, Bawaslu merilis puluhan hingga ratusan ribu TPS yang terindikasi rawan. Patroli itu sudah diterapkan. Misalnya, di Kalimantan Barat, Maluku, dan Papua. ’’Dengan adanya pencegahan, saya yakin tidak ada masalah,’’ tegasnya.

Bukan hanya patroli, pengawasan kepada pasangan calon juga terus dilakukan. Hal itu terutama dilakukan terhadap calon yang saat ini masih berstatus incumbent. ’’Mereka lebih berpotensi melanggar dibanding non-incumbent,’’ ujarnya.

Pada bagian lain, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin memerintah seluruh Kapolres jajaran dan personel yang bertugas dalam pilkada Jatim untuk bersiaga. Dia meminta seluruh anggota tidak meremehkan keadaan. Sebab, masyarakat membutuhkan keamanan dan kenyamanan dalam pesta demokrasi.

Jenderal bintang dua itu menyebutkan, sejumlah kerawanan masih muncul di Jatim. Mulai gesekan akibat prosesi elektoral hingga ancaman terorisme. ’’Ini momen krusial. Jangan underestimate,’’ ungkapnya.

Di antara sejumlah kerawanan yang dianalisis polisi, setidaknya ada dua yang utama. Yakni, kerawanan geografis dan kerawanan konflik. ’’Yang agak rawan, ya yang lokasinya sangat jauh dari pusat dan konflik akibat masa lalu,’’ jelasnya.

Kerawanan itu bisa memicu eskalasi protes massa. Karena itu, aparat keamanan menyiagakan personel Brimob dan Kostrad di sejumlah titik rawan. Misalnya, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Probolinggo.

Kunci untuk mengatasi semua kerawanan itu, kata Machfud, adalah patroli skala besar di setiap polres. Hal tersebut diharapkan menjadi simbol dan sistem pengamanan yang diberlakukan di setiap kota. (ris/byu/bay/mir/c5/oni)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ribuan Orang Antre demi Rekam e-KTP


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler