jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, pilkada langsung telah menyebabkan terjadinya politik uang. Calon kepala daerah yang memiliki banyak uang lebih berpeluang terpilih memimpin sebuah daerah.
"Saya kira pilkada langsung ini rezim demokrasi liberal, siapa yang punya uang banyak akan menang. Peluang terjadi money politik juga besar, karena langsung dipilih rakyat," ujar Ferry.
BACA JUGA: Banyak Kekurangan, Pilkada Langsung Tetap Terbaik
Menurut dia, pilkada langsung juga membuat parpol mengeluarkan banyak dana untuk menyeleksi calon-calon yang akan diusung.
"Misalnya, pada Pilkada 2015 kami menyeleksi untuk mendapatkan 269 pasangan calon. Biasanya di Gerindra itu dicari dulu tiga pasangan terbaik, berarti kami menyeleksi hingga 807 pasangan calon," katanya.
BACA JUGA: Demokrat Tolak Ide Pak Tito soal Kaji Ulang Pilkada Langsung
Ferry mengatakan, pilkada langsung juga membuka peluang pihak tak memenuhi syarat moral ikut bertanding. Bahkan, peluang menangnya bisa besar ketika memiliki anggaran yang sangat luar biasa.
"Misalnya, para pelaku kriminal, bandar narkoba maupun para pelaku korupsi, itu semua bisa saja maju sebagai calon kepala daerah. Karena itu sejak 2014 lalu kami (Gerindra) mendorong pilkada lewat DPRD," katanya.
BACA JUGA: Bamsoet Minta KPK Kaji Kaitan Korupsi dan Pilkada Langsung
Ferry optimistis biaya pilkada lewat DPRD lebih murah. Selain itu, bisa mencegah politik uang dan parpol bisa mendorong kader-kader terbaik untuk maju, meski tidak memiliki sumber pendanaan yang kuat. (gir/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sudah 17 Kabupaten Terancam Bangkrut akibat Pilkada Langsung
Redaktur & Reporter : Ken Girsang