Pilot dan Pramugari Dites Urine di Jambi, Hasilnya Negatif

Rabu, 13 Juni 2018 – 03:18 WIB
Pilot dan Pramugari dites urine. Foto: jambiekspres/jpg

jpnn.com, JAMBI - Sejumlah pilot dan pramugari di Bandara Sultan Thaha Jambi menjalani tes urine Senin (11/6).

Tes urine yang dilakukan Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi ini dalam rangka kegiatan Operasi yang ditingkatkan.

BACA JUGA: BNNK-Pemko Gelar Tes Urine, 1 Pegawai DPRD Positif Narkoba

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta, saat dikonfirmasi membenarkan hal ini. Kata Eka, tes ini untuk mencegah peredaran narkoba.

“Ini merupakan operasi yang ditingkatkan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kombes Pol Eka Wahyudianta seperti dilansir Jambi Ekspres hari ini.

BACA JUGA: BNN Ditantang Tes Urine Calon Kepala Daerah

Menurut Eka, operasi ini dilakukan bersama dengan tim gabungan Bidang Dokkes Polda Jambi, Bidang Propam Polda Jambi, Angkasa Pura Jambi dan Bidang Humas Polda Jambi.

Tes urine kepada Pilot dan Pramugari serta awak kabin lainnya ini dalam rangka mendukung Operasi Ketupat Siginjai 2018 agar berjalan dengan aman dan lancar.

BACA JUGA: BNN Diminta Periksa Kesehatan dan Urine Calon Kepala Daerah

Beberapa di antaranya yang dites urine yakni 3 pilot dan 2 pramugari Wings Air, 3 pilot dan 4 pramugari Lion Air, 2 pilot dan 2 pramugari Garuda, 2 pilot dan 6 pramugari Batik Air.

“Hasilnya negatif semua,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi bersama jajaran Polda Jambi, Korem 042/Gapu, serta Dinas Perhunungan Provinsi Jambi juga melakukan tes urine para sopir bus di Terminal Tipe A Alam Barajo (11/6) kemarin.

Ada 30 sopir yag dites urinennya. Dari jumlah itu, dua sopir mendadak tidak bisa kencing. 28 sopir negative. “Dua orang sopir tidak bisa kencing,” kata Dasfredo, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Alam Barajo.

Terhadap dua sopir itu, BNNP Jambi bersama petugas terminal hanya mencatat nama sopir yang bersangkutan. “Karena belum ada bukti, hanya kita catat namanya,” sebutnya.

Dua sopir itu berasal dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Terkait kelanjutan tes urine,

Desfredo mengaku tidak mengetahui karena pengecekan mendadak oleh BNNP Jambi. “Yang penting kita berikan pelayanan terbaik ke penumpang,” tegasnya.

Seperti diketahui, Dinas perhubungan dan Balai Transportasi Perhubungan Darat (BTPD) tidak mengganggarkan tes urine.

Padahal tes urine ini awal diketahuinya indikasi pengurang kecelakaan bagi pemudik karena keselamatan pemudik dari segi tenaga pengemudi, kecelakaan bisa diminimalisir dengan sopir yang jauh dari pengaruh narkotika dan minuman keras. (pds/aba)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tes Urine Dadakan di Lapas, 56 Sipir Dipanggil


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler