Pilpres Satu Putaran Disebut Bisa Bawa Dampak Positif untuk Pertumbuhan Ekonomi RI

Selasa, 19 Desember 2023 – 19:08 WIB
Ketua Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Anggawira. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Anggawira menilai pemilihan presiden satu putaran bisa membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Pilpres 2024 diharapkan berlangsung satu putaran demi menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian baik global maupun dalam negeri.

BACA JUGA: Tanggapi Anies, Repnas: Bansos Masih Dibutuhkan Warga, bahkan di Negara Maju

“Satu putaran ini bisa jadi salah satu hal positif untuk mengakselerasi program-program yang ada. Itu jadi harapan kami. Tren pertumbuhan ekonomi di 5 persen bisa makin tinggi jika uang beredar makin besar,” ucap Anggawira dalam keterangannya, Selasa (19/12).

Selain mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, dia menilai, pilpres yang berlangsung satu putaran juga dapat mempercepat program-program pemerintah yang sedang berjalan.

BACA JUGA: Pakai Dasi Kuning, Repnas: Jokowi Milik Semua Rakyat Indonesia, Bukan Cuma PDIP

“Kalau satu putaran peluang untuk mengakselerasi program-program yang ada bisa lebih cepat lagi,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M Qodari menjelaskan bahwa pilpres 2024 satu putaran bisa menghemat biaya hingga Rp 17 triliun.

BACA JUGA: Dukung Indonesia Emas 2045, Repnas Siap Cetak 2 Juta Pengusaha

Uang itu nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, termasuk pemberian subsidi kepada rakyat yang membutuhkan.

Kemudian, secara politis, pemilu satu putaran bisa menjaga kestabilan dalam negeri dan juga meminimalisasi ancaman polarisasi di masyarakat.

"Saya melihat potensi polarisasi ini besar sekali karena begitu calon cuma dua, maka akan berhadap-hadapan termasuk isu primodial dan isu agama akan muncul,” kata dia.

Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai September 2023 selalu berada di kisaran 5 persen.

Pada kuartal pertama, tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,03 persen Kemudian pada kuartal kedua meningkat menjadi 5,17 persen.

Pada periode setelahnya (Juli-September) atau kuartal ketiga, perekonomian Indonesia sedikit melambat menjadi 4,94 persen. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler