Pilu, Harga Sekilo Brambang di Pasar Cuma Rp 2 Ribu

Kamis, 25 Januari 2018 – 12:14 WIB
Petani bawang merah di brebes sedang memilah hasil panennya. Foto: Dedi Sulastro/Radar Brebes

jpnn.com, BREBES - Harga bawang merah di Kabupaten Brebes masih terpuruk. Bahkan, harga di tingkat konsumen pun sangat rendah.

Di Pasar Induk Brebes, harga bawang kualitas super dibanderol Rp 6.000 - Rp 8.000 ribu per kilogram (kg). Sedangkan harga brambang kualitas medium di kisaran Rp4,5-5 ribu per kg. Bahkan, harga bawang merah yang berukuran kecil mencapai titik terendah, yakni Rp 2 ribu per kg.

BACA JUGA: Mentan Harap Bulog Serap 2,2 juta Ton Beras sampai Juni

Salah seorang pedagang di Pasar Induk Brebes, Hj Hasanah mengatakan, harga bawang merah sempat menembus Rp 8 ribu per kg. Namun, sejak beberapa pekan lalu harganya terus mengalami penurunan hingga level terendah.

"Semenjak harga Rp 8 ribu per kilo belum pernah ada kenaikan lagi. Bahkan beberapa pekan terakhir bawang kualitas super mentok di harga Rp 5 ribu per kg," katanya seperti diberitakan radartegal.com.

BACA JUGA: Daging Kerbau Juga Impor, Setelah Itu Apa Lagi?

Parahnya lagi, kata Hasanah, harga bawang merah berukuran kecil paling mahal Rp3 ribu per kg. Bahkan ada yang hanya Rp 1.500-Rp 2.000 per kilo," lanjutnya.

Senada pedagang lainnya, Alifah mengatakan, saat ini harga bawang Rp 5 ribu per kilo merupakan yang tertinggi di Pasar Induk Brebes. Untuk ukuran lainnya, harga bawang jelas berkurang.

BACA JUGA: Mobil Jokowi Melintas Tanpa Sirine, Rakyat Senang

"Sempat naik selama 2-3 hari, itu pun harganya tidak jauh dari Rp 7.500 sampai Rp 8.000. Sampai saat ini belum pernah menyentuh harga Rp10 ribu," ujarnya.

Dengan fluktuasi harga ini, pedagang mengaku susah memperoleh keuntungan. Sebab, dari pihak petani selalu minta harga yang tinggi, sementara harga di pasaran selalu turun.

"Setiap beli dari petani kita sebenarnya bingung. Jika ikut harga pasaran takutnya besoknya harga mengalami penurunan," tukasnya.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari mengatakan, terjadinya penurunan harga hingga titik rendah disebabkan tidak adanya upaya pemerintah dalam menstabilkannya. Menurut Juwari, sejauh ini pemerintah belum serius menangani masalah harga bawang.

"Program dari Bulog sendiri belum dirasakan oleh petani. Padahal harga bawang di Brebes terus mengalami penurunan," tutur Juwari.

Upaya pemerintah daerah dalam aksi borong beberapa waktu lalu sama sekali tidak memengaruhi harga bawang. "Petani hanya meminta pemerintah untuk menstabilkan harga saja, sehingga bisa mendapatkan keuntungan," imbuhnya. (ded/ism/zul)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tolak Impor Beras agar Petani Tak Menjerit!


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler