Pimpin Panitia Natal di DPR, Maruarar Boyong PKL ke Kompleks Parlemen

Jumat, 29 Januari 2016 – 04:37 WIB
Suasana para pedagang kaki lima (PKL) penjual makanan yang ikut ambil bagian dalam acara perayaan Natal Bersama MPR, DPR dan DPD di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (28/1). Foto: dokumentasi Paniitia Natal Bersama for JPNN

jpnn.com - JAKARTA - DPR menggelar perayaan Natal Bersama, Kamis (28/1). Dalam acara itu, panitia natalan sengaja mengundang para pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di lapangan sepak bola  kompleks parlemen.

Tak kurang ada 80 gerobak PKL bakso, siomay, sate, hingga jajanan lainnya diundang untuk ikut menyemarakkan perayaan Natal Bersama MPR, DPR dan DPD itu. Ada 7000 jemaat yang hadir dari berbagai daerah di tanah air.

BACA JUGA: Hasil Pantauan Bawaslu, Partisipasi Pilgub Kalteng Menurun

Ketua Panitia Perayaan Natal MPR, DPR dan DPD RI, Maruarar Sirait mengatakan, acara itu memang dikemas untuk membawa kegembiraan bagi seluruh anak bangsa tanpa ada diskriminasi dan intoleransi. Menurutnya, perayaan natal juga merupakan refleksi tanda kasih, saling menolong dan berbagi antar-sesama, serta wujud toleransi.

“Seluruh masyarakat Indonesia harus terus meningkatkan kehidupan bertoleransi. Dengan demikian bisa mewujudkan Indonesia bangkit, maju, dan Indonesia Hebat di masa-masa mendatang,” katanya.

BACA JUGA: Surat Suara Hilang, KPU Tunggu Perintah MK

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait.

BACA JUGA: Surat Suara Hilang, KPU Tetap Lakukan Penghitungan

Menurutnya, semua pihak bertanggung jawab untuk mewujudkan toleransi dan sikap antidiskriminasi. "Tentunya untuk meraih itu semua dibutuhkan sinergitas, termasuk antara legislatif, eksekutif dan yudikatif," tegas anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Dalam acara itu, seorang pedagang sate ayam asal Madura, Abdul Rosik mengaku bisa meraup untuk lebih ketimbang hari-hari biasa.  "Biasanya saya untung bersih sehari Rp 300 ribu. Tapi, hari ini saya bisa meraup untung kurang lebih Rp 1 juta," kata pria 20 tahun itu.

Meski seorang muslim, Rosik mengaku senang bisa ikut ambil bagian dalam acara itu. "Saya sangat bangga. Ternyata para wakil rakyat masih peduli sama kita dengan menggandeng kami dalam acara ini," ujarnya.

Seorang pedagang soto lamongan, Ahmad juga menuturkan hal serupa. Ia mengaku mendapat untuk lebih banyak dari acara itu. Sebab, pada hari biasa keuntungannya hanya sekitar Rp 300 ribu. "Hari ini saya untung bersih Rp 1,2 juta," ujarnya.

Meski beragama Islam, Ahmad menyebut keikutsertaannya dalam acara itu bukanlah persoalan. "Selama tidak mengganggu keyakinan, kami tidak mempersoalkannya,” katanya.(ara/JPNN)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... PDIP Sebut Golkar Tak Terbiasa Kedinginan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler