Pimpinan Kawanan Perampok Sadis Diringkus, Dor! Dor!

Rabu, 12 Desember 2018 – 08:28 WIB
Salah satu pelaku perampokan sadis di Desa Sekaroh, Lombok Timur, Agus, dilumpuhkan polisi dengan tembakan di kedua kakinya. Foto: Didit/Lombok Post

jpnn.com, MATARAM - Tim Jatanras Polda NTB berhasil meringkus satu per satu perampok sadis di Desa Sekaroh, Lombok Timur (Lotim) medio Mei 2017. Pelaku terakhir yang tertangkap adalah Cak Agus alias Agus, yang diduga kuat sebagai otak perampokan.

Penangkapan Agus terjadi Senin (10/12). Pria 45 tahun diringkus di rumahnya, Desa Sereneng, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng). Agus tertangkap sesaat setelah dia keluar dari rumahnya.

BACA JUGA: Polisi Berhasil Sikat Perampok Emas Sadis

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB AKBP Haryo Tejo Wicaksono mengatakan, jajarannya membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk menangkap Agus. ”Lihai dia ini berpindah-pindah tempat. Tidak pernah menetap lama di satu lokasi,” kata Haryo.

Ketika hendak ditangkap, pelaku kembali mencoba untuk melarikan diri. Tetapi, anggota Jatanras lebih sigap. Mereka mengejar pelaku dan menembak kedua kaki Agus. ”Tapi, petugas di lapangan berhasil melumpuhkan pelaku,” ujar dia.

BACA JUGA: Satu Perampok Sadis Tangerang Ditembak Mati, Sisanya Buron

Dari 13 tersangka yang terdata kepolisian, Agus merupakan pelaku kedelapan yang berhasil diringkus. Di kasus perampokan yang menewaskan Amaq Jon, Agus diketahui berperan sebagai penggerak sekaligus penyandang dana. Dia memodali 12 rekannya untuk merampok rumah Amaq Jon. ”Pelaku (Agus) ini otaknya,” terang Haryo.

Haryo mengatakan, kawanan rampok berangkat dari pantai Desa Mertak, Loteng, menggunakan perahu yang disediakan Agus. Mereka berlabuh di Teluk Dalam, Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

BACA JUGA: Amaq Itim si Perampok Sadis Dikepung Polisi, Dor! Kena

Aksi perampokan ini didahului dengan masuk lewat pintu kios dan langsung mengobrak-abrik seisi rumah. Saat melancarkan aksinya, para perampok menganiaya korban hingga mengakibatkan Amaq Jon meninggal dunia dengan luka sobek di bagian bawah perut.

Sedangkan istri korban luka di pelipis kanan kena hantaman tabung gas tiga kilogram dan langsung di bawa ke Puskesmas Jerowaru. Kejadian tersebut di saksikan dua anak korban yakni Jon, 14 tahun dan Putri, 9 tahun yang mengakibatkan keduanya trauma.

Di rumah Amaq Jon, pelaku menguras harta benda korban. Mereka mengambil brankas berisi uang, perhiasan emas, hingga handphone. ”Setelah merampok, perahu yang seharusnya menjadi barang bukti langsung dibakar,” beber Haryo

Dari 13 pelaku, polisi berhasil mengamankan delapan orang, termasuk Agus. Satu orang pelaku, yakni Amaq Disah, ditembak mati saat upaya penangkapan yang dilakukan Polres Lotim, November 2017.

Sementara empat pelaku lainnya, yakni Amaq Sidi, Amaq Sukri, Amaq Iwi, dan Amaq Mia, tengah menjalani hukuman di Lapas Lotim. Keempat orang ini mendapat vonis hakim dengan hukuman penjara masing-masing 12 tahun.

”Masih ada lima orang pelaku dalam pencarian. Kita minta masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku lainnya, untuk menginformasikan kepada polisi,” pungkas Haryo. (dit/r2)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perampok Sadis di Padanglawas Berhasil Ditangkap


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler