Pimpinan MPR: Menag Seharusnya Bersuara Lantang untuk Pesta Gay Perusak Moral Bangsa

Jumat, 04 September 2020 – 20:56 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Foto Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyayangkan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang kembali bikin resah umat.

Pernyataan Menag ke-13 RI yang menyebut anak-anak good looking yang lancar berbahasa Arab, serta hafal Alquran sebagai agen radikalisme di masjid dinilai Hidayat sebagai bentuk islamophobia.

BACA JUGA: Fadli Minta Jokowi Copot Menag, Ruhut Sitompul: Apa Dia Mau Saya Bilang Kadrun?

“Pernyataan itu sangat tidak diperlukan. Apalagi di tengah maraknya korban Covid-19 dan kasus moral di Indonesia," kata Hidayat di Jakarta, Jumat (4/9).

Menurut politikus yang beken disapa dengan panggilan HNW ini, Menag Fachrul seharusnya berterima kasih kepada anak-anak muda tersebut. Bukan sebaliknya memberikan stigma negatif sebagai penyebar radikalisme.

BACA JUGA: Kunjungi Ponpes Al Khadijah, Gus Jazil: Pancasila Itu Hasil Ijtihad Pendiri Bangsa

"Seharusnya Pak Menag menyambut positif tren mereka yang good looking yang hijrah, bisa bahasa Arab, dan hafiz yang memakmurkan dan mau mengurusi masjid,” lanjut HNW.

Selain itu, anak-anak muda tersebut seharusnya dibimbing bagaimana memakmurkan masjid sehingga mereka tidak terkena penyakit masyarakat. Buat mereka bisa nyaman menjadi muslim moderat dengan berbagai aktivitas positif di Masjid.

BACA JUGA: Ace Hasan Minta Pak Menag Belajar Lagi soal Radikalisme

"Janganlah anak-anak muda good looking yang bisa dari kalangan selebritis, artis dan lainnya itu malah diberi stigma dan diframing sebagai pintu penyebaran radikalisme melalui masjid,” tegas legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Anggota Komisi VIII DPR ini mengatakan bila perilaku tidak bijak seperti ini terus-menerus dilakukan, maka bisa menimbulkan sikap saling curiga di antara jemaah masjid. Lebih jauh bisa membuat anak-anak muda itu takut datang ke rumah ibadah hingga kembali ke lingkungan yang destruktif dan jauh dari spirit positif masjid.

Menurut wakil ketua Majelis Syuro PKS ini, Kemenag seharusnya mendorong anak-anak muda untuk aktif di masjid maupun rumah ibadah lain sesuai dengan agama yang dianut.

Kemudian, menanamkan nilai-nilai beragama yang moderat, toleran, cinta bangsa dan negara. Dengan spirit semacam itu, mereka akan menemukan lingkungan yang konstruktif, jauh dari lingkungan kejahatan atau kegiatan yang destruktif dan tidak bermoral.

Menag dan jajarannya bisa menyelamatkan moral bangsa, terutama generasi muda dari kalangan radikalis amoral seperti pedofilia pria tua asal Perancis yang memakan korban 305 anak Indonesia. Atau radikalis LGBT yang kembali menggelar pesta seks ratusan gay di Jakarta kemarin.

Kedua kelompok ini jelas-jelas melanggar hukum dan ajaran agama, serta menghancurkan moral bangsa. "Seharusnya Pak Menag bersuara lantang soal penghancuran moral bangsa itu. Tidak malah diam saja," katanya.

Karena itu HNW meminta seorang Menteri Agama lebih serius menghadirkan keteladanan menjadi muslim moderat. Bukan justru terkesan phobia terhadap bermunculannya anak-anak muda good looking yang pintar berbahasa Arab dan hafiz Alquran yang ikut memakmurkan dan mengurusi masjid.(*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR RI   MPR   HNW   Hidayat Nur Wahid  

Terpopuler