Pinjam Duit Rp 1,24 T, Ancol Diduga Ingin Lanjutkan Proyek Kontroversial Ini

Jumat, 24 Desember 2021 – 22:53 WIB
Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu (GMJB) menggelar aksi unjuk rasa menolak reklamasi Ancol di Pintu Gerbang Barat, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (21/7/2020). Foto: ANTARA/Fauzi Lamboka

jpnn.com, JAKARTA - Penyaluran kredit dari Bank DKI untuk PT Pembangunan Jaya Ancol sebesar Rp 1,2 triliun belakangan menjadi perbincangan.

Dana tersebut diduga digunakan untuk pembuatan sirkuit Formula E di kawasan Ancol

BACA JUGA: Dapat Pinjaman Rp 1,24 Triliun dari Bank DKI, Ancol: Bukan Untuk Formula E

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga memberi tanggapan lain.

Menurut dia, dana tersebut justru nantinya dipakai untuk keperluan proyek reklamasi kawasan Ancol. 

BACA JUGA: Penampakan Sirkuit Formula E di Ancol yang Disebut Sudah Rampung 60%

"Pinjaman dalam bentuk apa itu kan bisa saja dia minjem mau reklamasi atau yang lain," ujar Pandapotan saat dihubungi, Jumat (24/12).

Rencana reklamasi kawasan Ancol sudah mencuat sejak tahun 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan izin reklamasi lewat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 yang diteken pada 24 Februari 2020.

BACA JUGA: Sahroni Ungkap Alasan Ancol Dipilih Jadi Lokasi Formula E, Ternyata..

Rinciannya, Anies mengizinkan perluasan kawasan rekreasi seluas 35 hektare untuk Dunia Fantasi (Dufan) dan 120 hektare untuk perluasan lahan yang tersebar di kawasan Ancol. 

Dengan demikian, total wilayah untuk reklamasi mencapai 155 hektare. 

Dalam perencanaan, Dufan bakal diperluas 35 hektare dan dibangun taman rekreasi dengan tema laut bernama Ocean Fantasy. Pengerjaannya diperkirakan rampung tahun 2023. 

Kemudian, direncanakan pula pembangunan fasilitas lain dari symphony of the sea, pedesterian baru, hingga restoran. 

Ada juga bangunan baru yang akan dikerjakan tahun 2022 tanpa menggunakan lahan hasil reklamasi. Di antaranya sea world 2 dan Dufan Hotel.

Meski demikian, pembangunannya belum dilakukan karena terkendala pandemi Covid-19. 

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, pihaknya bakal memanggil pihak Ancol untuk dimintai keterangan mengenai pinjaman uang Rp 1,2 triliun tersebut.

"Pinjaman bank DKI untuk Ancol ya untuk apa? Kan itu yang mau kita tanya. Kalau misalnya ditempatkan Formula E mau balapan di sana kita kan belum tahu. Belum ada laporan sama kita," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Bank DKI mengucurkan dana sebesar Rp 1,24 triliun untuk BUMD Pembangunan Jaya Ancol.

Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy menjelaskan, dana itu untuk berbagai keperluan, mulai dari biaya operasional hingga pengembangan sarana prasarana di tempat wisata tersebut.

Penyaluran kredit terdiri dari pemberian kredit modal kerja sebesar Rp 389 miliar untuk kegiatan operasional Ancol. 

Kemudian, kredit sebesar Rp 516 miliar untuk refinancing PUB II Obligasi Tahap II Ancol.

Bank DKI juga akan menyalurkan kredit sebesar Rp 334 miliar untuk pembiayaan investasi rutin, pemeliharaan, dan pengembangan aset Ancol.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Corporate Communication Pembangunan Jaya Ancol Ariyadi Eko Nugroho, membantah pinjaman tersebut untuk gelaran Formula E.

“Bukan (untuk Formula E),” kata Eko.

Menurut Eko, Ancol hanya digunakan sebagai lokasi Formula E saja. (mcr4/JPNN)

 

Redaktur : Adil
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler