Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Berharap Akses Wisman ke Batam dan Bintan Dibuka Lagi

Rabu, 21 Oktober 2020 – 09:46 WIB
Pjs Gubernur Kepri Bahtiar dan Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman. Foto: Humas Pemprov Kepri

jpnn.com, BATAM - Pjs Gubernur Kepri Bahtiar berharap pemerintah pusat segera membuka lagi akses wisatawan mancanegara masuk di Batam dan Bintan.

Bahtiar menilai, Pelabuhan Internasional Batam Centre, Harbour Bay Nongsa Pura dan Lagoi, siap buka di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

BACA JUGA: Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Ancam Pecat ASN jadi Timses Paslon

Diharapkan, pembukaan akses tidak hanya untuk pebisnis dan delegasi pemerintahan.

"Saya pikir, daerah ini siap menyambut kebijakan pemerintah pusat, untuk membuka akses. Bukan hanya akses untuk bisnis, institusi, atau diplomat," kata Bahtiar, Selasa (20/10), saat meninjau pelabuhan Nongsa Pura, Nongsa, Batam.

BACA JUGA: 2 Tujuan Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Ziarah ke Makam Daeng Celak dan Daeng Marewa

Ikut serta pada kesempatan itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Pjs Wako Batam Syamsul Bahrum dan beberapa pejabat lainnya.

Rombongan Bahtiar dan Kapolda juga meninjau Bandar Udara Hang Nadim dan Pelabuhan Internasional Sekupang.

BACA JUGA: Doni Monardo Menyampaikan Kabar Gembira, Sangat Luar Biasa

Bahtiar mengatakan, dirinya mendorong agar akses tidak hanya dibuka terbatas untuk bisnis dan pemerintah. Namun juga wisatawan dari Singapura, tetapi wisman itu masih terbatas dan belum masuk sampai ke masyarakat umum.

"Jadi kami sekarang, justru mendorong akses yang lebih luas. Tapi mungkin skalanya tidak terlalu besar," harapnya, sembari mengatakan, sektor pariwisata tidak boleh mati total.

Diingatkan, saat ini Batam membutuhkan dukungan untuk menghidupkan pariwisata.

Ketika daerah Kepri terkunci dari perdagangan dan pariwisata, maka ekonomi nasional juga terdampak.

"Karena hasil ekonomi dari kawasan ini berkontribusi besar terhadap pemasukan APBN. Kontribusi daerah kami (Kepri) terhadap PDRB Rp40 triliun. Terbesar setelah Jakarta," imbuhnya.

Diakui, ketika akses ke Batam dibatasi, maka dampaknya tidak hanya kepada pemerintah, tetapi juga masyarakat.

Bahtiar menegaskan , jika akses wisatawan dibuka, pihaknya akan secara ketat menerapkan protokol kesehatan.

Saat ditanya terkait usulan ke pemerintah pusat, Bahtiar mengaku sudah mengajukan.

Pada 16 Oktober 2020 dia sudah membuat surat tertulis kepada menteri-menteri terkait.

"Kami sudah menyediakan lab PCR mobile di Tanjungpinang. Kami juga sudah koordinasi dengan BP Batam dan akan membantu nanti pengecekan kesehatan wisman," ujar Bahtiar.

Bahkan, mereka siap untuk mengikuti aturan, setiap wisatawan yang datang dan keluar, melakukan pemeriksaan kesehatan melalui swab. Dimana, hasil test akan selesai dalam 4 sampai 5 jam.

"Rumah Sakit Provinsi, Kota dan pengelola kawasan wisata, menyiapkan alat-alat yang cukup. Pada prinsipnya, kecepatan pelayanan penting," kata Dirjen Polpum Kemendagri ini.

"Dari pengecekan, dinilai terlihat kesiapan Nongsa menerapkan protokol kesehatan. Tugas kami memastikan seluruh syarat dibukanya kembali pintu masuk dan keluar di Provinsi Kepri memenuhui persyaratan," kata birokrat kelahiran Bone, Sulsel, itu.

Ditegaskan, pihaknya siap mengamankan kebijakan pemerintah pusat. Mereka juga siap menentukan orang-orang yang bertugas di setiap pelabuhan. Termasuk yang ditempatkan di kawasan wisata.

"Kami juga siap diaudit oleh pemerintah Singapura. Pengusaha juga sudah berkomitmen untuk menjaga pelabuhan. Hanya orang tertentu yang bisa masuk," tegas Bahtiar. (rls/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler