PKS: Ahok Tinggalkan Partai Politik, Jangan Dibalik

Rabu, 30 Maret 2016 – 19:21 WIB
Hidayat Nur Wahid. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menilai keputusan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok maju melalui jalur independen menimbulkan kesan bahwa gubernur DKI Jakarta itu kini menjadi musuh bersama partai politik. Padahal, menurut Hidayat, persepsi tersebut jauh dari kenyataan.

"Ya, Ahok nggak jadi musuh bersamal ah. Bukan begitu kesimpulannya. Setiap anak bangsa ini harus berkompetensi secara sehat saja dalam ruangan demokrasi," kata Hidayat, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/3).

BACA JUGA: DPR: 4 Pangkalan Militer Indonesia Segera Selesai

Bersemangatnya Ahok maju melalui jalur independen ujar wakil ketua MPR ini karena memang ada ruangnya dalam Demokrasi. Sama halnya dengan ruang berkoalisi mengusung calon kepala daerah.

"Jadi, PKS tidak setuju adanya common enemy kemudian bersatu melawan Ahok. Saya coba melihat, Ahok elektabilitasnya sangat tinggi sehingga kesannya tidak tertandingi," tegas dia.

BACA JUGA: Usai Digarap Polisi, Zaskia Gotik Minta Maaf ke Jokowi

Padahal ujar mantan Ketua MPR ini, melihat hasil survei yang ada, elektabilitas Ahok itu disebut-sebut 43 persen. Artinya 57 persen tidak memilih Ahok. Tapi publik lupa saat ini sudah ada dua partai mendukung Ahok. 

"Jadi batal itu teori konspirasi yang mengatakan partai politik bersatu melawan Ahok, yang terjadi kan Ahok yang meninggalkan partai politik. Jangan dibalik partai politik melawan Ahok," pungkasnya.(fas/jpnn)

BACA JUGA: Djan Faridz Cs Berbalik Dukung Pemerintah, Anggap Jokowi Ulil Amri

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akibat Bebek Nungging, Eneng Harus Jawab 17 Pertanyaan Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler