PKS dan PB IDI Sepakat Kebijakan soal Corona Tidak Cuma Imbauan

Jumat, 27 Maret 2020 – 04:52 WIB
 Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Foto : Aristo Setiawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan, pemerintah harus bersikap lebih tegas dalam menangani wabah virus corona alias covid-19.

Sohibul menjelaskan, sejak awal pihaknya menyarankan penerapan lockdown secara parsial di daerah yang mobilitasnya dengan luar negeri cukup tinggi.

BACA JUGA: Tolong Dibaca! Tertulari Virus Corona Bukan Aib!

Akan tetapi, sambung Sohibul, pemerintah memilih menerapkan social distancing.

“Yang harus dilakukan pemerintah mau mengambil lockdown wilayah atau social distancing adalah menindaklanjutinya dengan mendisiplinkan warga dan warga patuh pada pemerintah," kata Sohibul usai pertemuan dengan PB IDI di Jakarta, Kamis (26/3).

BACA JUGA: Perusahaan tak Bisa Bayar THR Karena Imbas Corona, Hal ini Bisa jadi Solusi

Sohibul menegaskan, social distancing tidak akan berdampak jika tak ada penegakan aturan yang tegas.

"Kami sepakat dengan ketua umum IDI. Kalau kita pilih social distancing tetapi nggak ada enforcement, sama aja. Libatkanlah Babinsa, RT/RW, tetap enforcement-nya harus tegas. Kebijakan jangan tanggung-tanggung," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih mengatakan, pemerintah harus melakukan penguatan dari kebijakan yang tidak diambil.

Pihaknya meminta pemerintah tidak hanya mengimbau, tetapi melakukan pengawalan dan pengawasan.

“Social distancing jangan hanya diimbau untuk kesadaran masyarakat, tetapi betul-betul diawasi. Karantina rumah betul-betul diawasi karena karantina rumah ini strategis untuk memutus mata rantai," terang Daeng.

Daeng khawatir kasus virus corona akan terus berlimpah jika tidak ada pengawasan sehingga tenaga kesehatan bakal kewalahan.

"Kapasitas pelayanan itu sudah terlampaui. Sekarang rumah sakit yang tersedia sudah terlampaui kapasitasnya. Kalau lockdown tidak diambil, lakukanlah pengawasan yang ketat terhadap social distancing dan karantina rumah," ungkap Daeng. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler