Plafon Ambruk saat Jam Kuliah, 8 Mahasiswa Terluka

Selasa, 16 September 2014 – 10:01 WIB
Tumpukan plafon Gedung Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang yang ambruk.(Syawal/Padek/JPNN)

jpnn.com - PADANG - Ketenangan suasana perkuliahan di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang buncah setelah plafon yang ada di Fakultas Tarbiyah kampus tersebut ambruk. Setidaknya, delapan mahasiswa yang tengah melaksanakan kuliah disana mengalami cedera karena terkena reruntuhan.

Pantauan Posmetro Padang (JPNN Grup) di lokasi kejadian, platfon yang ada di kelas SC.68 tersebut sempat membuat kegaduhan di kampus. Sebanyak 39 mahasiswa yang tengah melaksanakan perkuliahan di kelas tersebut berhamburan meninggalkan ruangan kelas setelah platfon yang ada di kelas tersebut roboh.

BACA JUGA: Dua Spesialis Pencuri Mobil Ditembak Polisi

Delapan mahasiswa yang mengalami cedera tersebut adalah karena terkena reruntuhan platfon dan terkena dorongan dari rekannya saat menyelamatkan diri. Sementara itu, kondisi kelas tampak sudah berantakan dengan kursi-kursi perkuliahan yang tampak sudah semberawut.  

Rahmi (21), salah seorang mahasiswa yang ditemui di sekitar lokasi mengatakan, saat ini dia masih shock dengan kejadian tersebut. Saat platfon itu turun dan sempat terdengar bunyi berderak dari bagian belakang kelas. Seketika itu juga, platfon tersebut langsung roboh dan membuat semua yang ada di dalam ruangan saat ini berlarian keluar ruangan kelas.

BACA JUGA: Formasi CPNS Dokter Spesialis Sepi Peminat

“Kami tengah kuliah bahasa Arab pak, jadi saat itu saya duduk di depan, dan terdengar teriakan ‘gempa’ dari belakang, makanya saya juga ikut lari keluar,” paparnya.

Saat hendak menyelamatkan diri, Rahmi sempat melihat beberapa orang temannya masih terjebak di dalam. Bahkan, ada yang tampak menangis karena terjepit saat berdesakan keluar dari ruangan kelas. “Semua ketakutan pak, yang terpikir hanya bisa keluar dari ruangan kelas dengan cepat,” ucapnya.

BACA JUGA: Mendagri Berharap Para Elit di Aceh Bisa Mengerti

Anggota KSR PMI Unit IAIN Imam Bonjol Padang, Taufik Jamal membenarkan tentang korban tersebut. Dari delapan korban, lima orang di antaranya disuruh pulang cepat karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan kuliah pada hari tersebut, mereka shock dan mengalami sedikit luka.

“Saat kejadian suasana sempat buncah karena para mahasiswa mengira ada gempa, semua korban sudah ditangani, dan lima orang disuruh pulang dulu,” tukasnya.

Adapun korban luka ringan dan pingsan tersebut yaitu Riska Fitri, Jelsi Mestika Sari, Julita Sari, Iin, Tilka Gusri, Intan Permata Sari, Eva Oktavia, Elsa.

“Rata-rata para korban ini adalah mahasiswa semester satu jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah,” ungkapnya.

Terpisah, Dasrizal, Kepala Biro IAIN Imam Bonjol menyebut, kejadian itu disebabkan oleh kesalahan pemasangan platfon. Gedung yang dulunya bekas Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) tersebut memang dibangun ulang dari bantuan BNPB Pusat dan dikerjakan oleh Dinas PU Kota Padang.

“Namanya juga musibah pak, kita tidak bisa menduga kejadian ini sama sekali,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini pihak kampus memang sudah memberitahu Dinas PU Kota Padang dan BNPB. Dia menyebut, masih dilakukan mediasi dan pembahasan tentang masalah tersebut.

“Kemungkinan kita akan survei ulang kondisi bangunannya dan nanti kita bicarakan dengan berbagai pihak bagaimana bagusnya,” ucap Dasrizal.

Sementara itu, Nur Evita (48), salah seorang pekerja kebersihan yang sering membersihkan ruangan kelas di sana mengatakan, kejadian runtuhnya platfon ini sudah kali kedua terjadi. Setahun lalu juga ada kejadian yang hampir sama dan berada di bagian belakang gedung Tarbiyah tersebut.

“Saya juga tidak tahu pak, tapi ini adalah kejadian kedua setelah setahun lalu juga ada kejadian yang hampir sama,” tukasnya.(ag/ris)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelamar CPNS Diminta Segera Kirimkan Berkas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler