Plafon Kelas Ambruk, Guru Pingsan, Murid Menjerit Histeris

Rabu, 14 Februari 2018 – 23:57 WIB
Plafon sekolah ambruk. Foto ilustrasi: dokumen jpnn

jpnn.com, PAYAKUMBUH - Seorang guru SD Negeri 07 Payakumbuh, Sumatera Barat, jatuh pingsan setelah tertimpa plafon kelas yang runtuh, Rabu pagi (14/2).

Akibat kejadian itu, suasana belajar-mengajar di sekolah yang berada di pinggir Jalan Chatib Soelaiman, Limokampuang, Payakumbuh Selatan, menjadi heboh. Murid-murid di sekolah itu juga menjerit histeris.

BACA JUGA: Suara Miterius dari Kuburan Sebelum Masjid Roboh

"Iya, tadi pagi, plafon ruang kelas 1 SD Negeri 07 Payakumbuh yang terbuat dari gypsum, memang mendadak runtuh. Guru yang mengajar sempat pingsan, selain karena kaget, juga karena ada gejala jantung. Namun kondisinya sudah membaik. Anak-anak murid juga tidak ada yang cedera luka, hanya gores sedikit, " kata Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh AH Agustion kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu.

Kabar burung yang beredar, plafon gypsum SD 07 Payakumbuh di Limokampuang, baru setahun dibangun. Tapi, AH Agustion yang dikonfirmasi memastikan, plafon tersebut sudah terpasang sejak 2012 silam. "Itu merupakan kegiatan rehab (kelas) tahun 2012," kata AH Agustion.

BACA JUGA: Tim Saber Pungli Tangkap Tangan Dua PNS di Payakumbuh

Dia mensinyalir, plafon ambruk memang karena faktor pemakaian. "Bisa jadi di atasnya ada musang. Kalau musang ini buang airnya kan sembarangan, sehingga mengenai gypsum. Dan kita tahu, gypsum kalau sudah kena air, itu tidak tahan. Tapi kalau atap sekolah, dapat dipastikan tidak ada yang bocor, " ujar Agustion.

Usai kejadian, pihak SD 07 Limokampuang, memulangkan peserta didik lebih cepat dari biasanya. "Anak saya tadi pulang lebih cepat karena ada loteng kelas yang runtuh. Mujur, guru-guru dan teman-temannya, tidak ada yang tertimpa loteng gypsum tersebut," kata salah seorang wali murid kepada wartawan.

Pada Kamis ini (15/2), proses belajar mengajar di SD 07 Payakumbuh yang sebelum 2009 bernama SD 10 Limokampuang, dipastikan akan kembali normal. "Ya, proses belajar mengajar tidak akan terganggu. Kita berharap guru-guru, murid, dan wali murid tetap semangat. Tidak cemas, " kata AH Agustion.

Dia menambahkan, setelah insiden di SD 07 Limokampuang terjadi, Dinas Pendidikan sudah mengumpulkan seluruh kepala SD yang SD-nya mendapat kegiatan rehab ruang kelas di bawah tahun 2012. Mereka diminta mengecek kondisi plafon gypsum masing-masing.

"Kita minta seluruh kepala SD yang usia plafon ruang kelasnya dan ruang gurunya sudah di atas tiga tahun, untuk segera mengecek. Kalau memang ada potensi runtuh, agar segera diganti. Minimal dengan triplek. Sebab, gypsum kan punya bidang yang lebih luas," kata AH Agustion. (frv)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler