Please, Jangan Percaya Video Berjudul Kapolda Memprovokasi FPI

Selasa, 08 November 2016 – 21:01 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Video tentang Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan yang sedang berdialog dengan pedemo tengah jadi viral lantaran dianggap kontroversial.

Dalam video itu, Iriawan meminta massa Front Pembela Islam (FPI) agar menyerang kelompok Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia menegaskan, anak buahnya jadi korban karena massa HMI.

BACA JUGA: Fahri Hamzah: Kapolri Jangan Bicara Sembarangan

Namun, Polda Metro Jaya menepis anggapan yang menyebut Iriawan memprovokasi massa. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi mengatakan, komandannya justru sedang menagih janji massa untuk berunjuk rasa secara damai.

"Pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghasut. Sebab, dilontarkan justru setelah kerusuhan selesai," kata Awi usai acara pengarahan kondisi negara terkini Presiden Joko Widodo di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/11).

BACA JUGA: Puti Tegaskan Pancasila dan Cita-cita Bung Karno

Menurut Awi, sudah ada perjanjian secara lisan antara Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dengan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana. Salah satu perjanjian yang disampaikan Habib Rizieq adalah Aksi Bela Islam II akan berlangsung damai.

"Habib ngomong menjamin tidak ada kerusuhan. "Nanti laskar saya yang akan mengamankan pendemo, kalau ada yang rusuh. Laskar saya yang akan menangkapnya. Polisi tidak boleh masuk," ucap Awi menirukan janji Habib Riziek saat ditemui Iriawan dan Teddy.

BACA JUGA: Polisi Buru Pengunggah Video Provokasi Kapolda Metro

Sementara faktanya, sambung Awi, demo yang awalnya damai berakhir dengan ricuh. Karenanya, Iriawan menagih janji Habib Rizieq dan massa FPI.

"Itu sudah komitmen khusus makanya Kapolda ngomong itu. Kan mereka wanprestasi (inkar janji, red) itu. Malah dipelesetkan, kapolda memprovokasi," tegas Awi.

Mengenai penyebar video itu, Awi menambahkan bahwa Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sudah menemukannya. Namun demikian, mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu menegaskan bahwa Iriawan masih punya iktikad untuk memaafkan penyebar video itu.

Awi juga mengimbau masyarakat pengguna media sosial untuk menaati hukum yang berlaku agar tidak dianggap menebar kebencian (hate speech itu). Awi bahkan mengaku sudah mengetahui penyebarnya.

 “Saya juga minta, penyebar video minta maaf sama Pak Kapolda," tandas Awi.

Sebelumnya, rekaman video Iriawan yang diduga memprovokasi massa FPI dan kelompok HMI menjadi viral di media sosial.  Video itu viral setelah beredar di YouTube.

Pengunggahnya adalah akun bernama Muslim Friends. Video dengan judul "Terungkap..!! Kapolda Metro Jaya Provokasi Massa FPI Agar Serang Massa HMI. Ini Buktinya..!!" itu diunggah pada Sabtu (5/11) dan sudah ditonton ratusan ribu kali.(mg4/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendagri: Masa Buat Keterangan Meninggal Saja Harus Bayar?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler