Polisi Buru Pengunggah Video Provokasi Kapolda Metro

Selasa, 08 November 2016 – 20:46 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Polda Metro Jaya memburu pemilik akun YouTube bernama Muslim Friends yang mengunggah video Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan. 

Akibat video ini, Iriawan dituduh memprovokasi massa Front Pembela Islam (FPI) untuk menyerang kelompok Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

BACA JUGA: Mendagri: Masa Buat Keterangan Meninggal Saja Harus Bayar?

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, saat itu Iriawan merasa anak buahnya menjadi bulan-bulanan karena menahan amukan massa. Padahal, masing-masing koordinator lapangan, termasuk Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab sudah berjanji agar demo berlangsung damai.

Namun, di menit-menit terakhir, massa aksi melanggar perjanjian itu. Pedemo malah ikut terprovokasi dan menyerang personel Brimob yang tengah memblokade massa. 

BACA JUGA: Begini Sikap Mahfud MD Jika Perkara Ahok Digelar Terbuka

"Itukan pembicaraan beliau (Iriawan) dengan yang diajak komunikasi. Bukan untuk dikonsumsi atau dipublikasikan. Sekarang yang kami usut malah yang mempublikasikan. Ini yang bikin provokasi. Menuduh kapolda sebagai provokator. Ini yang kita cari," tegas Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (8/11).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini mengungkapkan, polisi sudah mengantongi identitas akun YouTube tersebut.

BACA JUGA: 5 Kader HMI Bukan Dikurung di Sel Isolasi, tapi...

"(Pengunggah) sudah kami ketahui," imbuhnya. Awi menolak memberitahukan siapa pengunggah video itu.

Awi menambahkan, saat ini Iriawan tidak memusingkan pemilik akun tersebut. Namun demikian, Polda Metro Jaya tetap melaksanakan penegakan hukum terkait hal itu

"Hukum tetap berjalan. Nanti tergantung Pak Kapolda. Kan yang jadi korban Pak Kapolda," tandas Awi. (mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mbak Puan: Penyaluran Bansos dengan Nontunai Lebih Efektif


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler