PLN Berharap Bisa Hemat Rp 9,4 Miliar

Jumat, 08 Agustus 2014 – 21:18 WIB

jpnn.com - JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) unit Induk Pembangunan X Kalimantan Timur, telah berhasil menyelesaikan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Sambutan–Bontang.

Jaringan listrik 150 kV dari Samarinda melalui Gardu Induk (GI) Sambutan ke arah Bontang itu membentang sepanjang 90 km dengan jumlah tower 245 unit.

BACA JUGA: Jumlah Pengguna Ferry ASDP untuk Mudik Meningkat 5 Persen

"Mulai dibangun sejak tahun 2009, dan sudah selesai pada 25 Juli 2014," ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto dalam siaran persnya, Jumat (8/8).

Dijelaskan Bambang bahwa pembangunan transimisi 150 kV sempat mengalami beberapa kendala, seperti sulitnya pembebasan lahan, pemberian ganti rugi dan penolakan masyarakat maupun pengusaha tambang batu bara yang dilintasi jaringan 150 kV.

BACA JUGA: KKP: Subsidi Solar Dikurangi, Nelayan Bisa Terpuruk

Selanjutnya, pada 25 Juli 2014, jaringan listrik (transmisi) 150 kV tersebut mulai dialiri listrik setelah beberapa rangkaian pemeriksaan dan pengujian, baik disepanjang jalur transmisi maupun di lokasi GI yang akan dihubungkan oleh jaringan tersebut.
 
Nah, dengan beroperasinya transmisi 150 kV tersebut, maka pelanggan listrik di wilayah Bontang dengan beban puncak 21,4 MW akan menikmati keandalan suplai energi listrik, yang dapat diperoleh dari Sistem Mahakam ataupun sebaliknya, kebutuhan listrik di Samarinda dapat diperoleh dari kelebihan daya dari pembangkit di Bontang.

Bambang menyebut, potensi penghematan dari penggunaan bahan bakar minyak ke gas yang dilakukan PLN sebesar Rp 300 juta per hari, dengan perhitungan selisih Biaya Pokok Produksi (BPP) antara BBM (HSD) dan Gas sebesar Rp 1668/kWh.

BACA JUGA: Kini Primadona, Produksi Udang Terus Meningkat

"Dengan begitu, apabila transmisi 150 kV beroperasi dan masuk ke Sistem Mahakam dengan tambahan daya dari excess power PLTMG Bontang, maka PLN diharapkan dapat melakukan penghematan sebesar Rp 9,4 miliar per bulan," seru dia. (chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... 10 Tahun Jabat Dirut Garuda, Emirsyah Satar: Itu Periode Paling Lama


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler