jpnn.com - JAKARTA -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART), PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Wilmar Cahaya Indonesia bekerjasama untuk memasok Processed Palm Oil (PPO) bagi pembangkit listrik di sejumlah daerah.
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji menjelaskan bahwa awal kerja sama ini sebagai langkah untuk menjalankan program pemerintah mengenai penyerapan bahan bakar nabati di pembangkit listrik.
BACA JUGA: 2014, PLN Targetkan Pendapatan Rp 290 Triliun
"Saat ini sudah ada dua yang siap bagi pembangkit listrik menggunakan PPO dari kerja sama ini," ucap Nur di kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin (20/1).
Lebih lanjut Nur menerangkan penyerapan PPO ke dalam Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN sudah mencapai 1 juta kilo liter. Dari jumlah itu, kontribusi bagi pencampuran ke PLTD hanya berkisar 40 persen.
BACA JUGA: Bagi Hasil Pajak Tembus Rp 24 T
"Meski cuma 40 persen, itu volume yang cukup besar. PLN sebelumnya ada yang menggunakan biodiesel hingga 80-100 persen, namun ini masih kerja sama awal," terang dia.
Untuk permulaan, kerjasama ini akan dilakukan selama setahun. Ke depan pihaknya berharap ada kerja sama yang berkelanjutan, sehingga optimalisasi pengembangan bahan bakar nabati ke dalam PLTD makin optimal.
BACA JUGA: Perekonomian Jakarta Nyaris Lumpuh
"Ke depannya kami meninginkan kerja sama ini berjalan hingga 5-10 tahun sehingga terus berkelanjutan," harap pria berkacamata itu. (chi/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembangkit Listrik Tenaga Limbah Dibangun di Pijay
Redaktur : Tim Redaksi