MERAUKE – Pengadilan Negeri (PN) Merauke pada persidangan Kamis (15/1) memvonis lima warga negara Australia, dua dan tiga tahun penjaraMereka adalah pilot dan penumpang pesawat yang mendarat di tanah Papua tanpa izin pada 12 September 2008 lalu
BACA JUGA: Pemekaran Bukan Bagi-bagi Harta Karun
Kelimanya dinilai melanggar penerbangan dan keimigrasian.Majelis hakim menyidangkan lima terdakwa dalam dua sesi
BACA JUGA: Pengangguran di Jatim Terbesar
Yakni, Vera Scoot Bloxam, Hubert Hoper, Karen Burke, dan Keit Rowald MortimerMajelis hakim yang diketuai Desbennery Sinaga menyatakan, keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan baik secara bersama-sama maupun bertindak secara sendiri-sendiri masuk wilayah Republik Indonesia
BACA JUGA: Kualitas Air Leding Marabahan Buruk
”Kedatangan para terdakwa ke Indonesia telah dipersiapkan, sehingga mereka harus mengetahui apa yang diperlukan dan dipersiapkan sebelum datang ke Indonesia,” ujar DesbenneryKarena itu, keempat terdakwa dijatuhi hukuman masing-masing dua tahun penjara plus denda masing-masing Rp 25 juta subsider dua bulan kurunganKetua majelis hakim juga memerintahkan para terdakwa dimasukkan penjara dari status sebelumnya sebagai tahanan kotaPutusan tersebut lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yang menuntut tiga tahun penjara
Sebelum menjatuhkan putusan, majelis hakim membacakan hal-hal yang meringankan dan memberatkan para terdakwaHal yang meringankan, para terdakwa berlaku sopan, berterus terang, menyesal, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, dan memiliki tanggungan keluargaSedangkan yang memberatkan, para terdakwa telah merugikan kepentingan Negara Republik Indonesia
Atas putusan itu, para terdakwa melalui penasihat Hhukumnya yang diketuai Efrem Fangohoy SH langsung menyatakan bandingMenurut Efrem, ada hal-hal lain yang tidak menjadi pertimbangan majelis hakimSementara jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir
Sesi kedua menyidangkan pilot sekaligus direktur Cape Air Transport, Willem Hendry Scott BloxamMajelis hakim yang juga dipimpin Desbennery Sinaga menyatakan, terdakwa Willem Hendry Scott Bloxam secara sah dan meyakinkan telah mengoperasikan atau mendaratkan pesawat sipil asing tidak berdasar perjanjian bilateral dan multilateral maupun izin khusus ke wilayah RI”Padahal terdakwa dan teman-temannya telah mempersiapkan kedatangannya ke Merauke antara 2-3 minggu, sehingga kedatangannya tidak secara mendadak atau karena darurat,” kata Desbennery yang juga ketua PN Merauke itu.
Bloxam dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurunganMajelis hakim juga memerintahkan terdakwa dimasukkan penjara dari status sebelumnya sebagai tahanan kotaSelain itu, barang bukti berupa pesawat jenis P-68/Reg.VH.PFP dirampas untuk negara
Hal yang memberatkan bagi Bloxam adalah dia telah bekerja sebagai pilot selama 40 tahun dan pernah membawa jamaah haji Indonesia ke Arab SaudiDengan demikian, dia sudah mengetahui aturan di Indonesia”Terdakwa menganggap enteng peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia dan atau tidak mau tahu,” ujar Desbennery
Penasihat hukum Bloxam Efrem Fangohoy langsung menyatakan bandingSedangkan JPU menyatakan pikir-pikirSementara itu, usai sidang, kelimanya langsung dimasukkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Merauke sekitar pukul 17.45 WIT. (ulo/jpnn/nw)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Cari Unsur Pidana
Redaktur : Tim Redaksi