PNS Jabar Kurban Ribuan Kambing

Senin, 12 September 2016 – 15:34 WIB

jpnn.com - BANDUNG--Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Hari Raya Iduladha harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Peristiwa kurban yang dialami Nabi Ibrahim dan Ismail, harus diteladani oleh seluruh umat muslim di Jabar.

“Ibrahim dan keluarganya yang melegenda menjadi inspirasi kepada kita semua untuk meningkatkan kualitas pribadi kita dengan hikmah berupa ilmu, kebijaksanaan, dan akhlak mulia. Serta membangun ketahanan keluarga dengan fondasi tauhid yang kokoh,” kata Heryawan usai menggelar Shalat Idul Adha 1437 H, di Masjid Raya Bandung Provinsi Jabar, di Kota Bandung, Senin (12/9).

BACA JUGA: Hati-Hati..Bule Jerman kini Pindah Ngemis di Surabaya

Heryawan menilai, saat ini generasi muda kita terus dicecar oleh berbagai hal yang bisa merusak mereka, terutama dengan mudahnya arus informasi dari luar. Padahal, kata dia, generasi muda merupakan tulang punggung negara dan bangsa di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail harus menjadi inspirasi bagi masyarakat. “Keluarga Ibrahim telah berhasil melewati ujian Ilahi, dan keluar sebagai juara. Mereka berhasil meningkatkan sifat kemanusiaannya dengan keimanan dan mengeliminir sifat kebinatangan,” ujarnya.

BACA JUGA: Wah..PNS Purabaya Tergiur Jadi Pegawai Pusat

Bahkan, Heryawan memastikan, umat saat ini membutuhkan keluarga seperti Nabi Ibrahim AS yang berhasil menyembelih kebinatangannya serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahi dalam kehidupannya. “Model keluarga Ibrahim ini menjadi inspirasi di tengah realitas peradaban manusia yang dipenuhi sifat-sifat kebinatangan,” tegasnya.

Dalam shalat Idul Adha 1437 H di Masjid Raya tersebut, kemarin, Heryawan bertindak sebagai khatib. Adapun imam shalat dipercayakan pada Hadiyan Akbar yang merupakan juara internasional Hafidz 30 Juz Al Quran.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Pengisian Gas Ilegal dalam Ledakan di Makassar

Dalam kesempatan itu, Heryawan menyembelih hewan kurbannya sendiri di lokasi tersebut. Selain hewan kurbannya, sapi simental dari Jokowi pun disembelihnya.

Dia mengaku, sejak 2008 rutin menyembelih sendiri hewan kurbannya. “Memotong hewan kurban dengan tangan sendiri jauh lebih terasa makna berkurban. Tentu merasa lebih kokoh, lebih afdhol,” katanya seraya menyebut makna berkurban adalah rela menyisihkan sebagian hartanya untuk berkurban.

Pada Idul Kurban kali ini, DKM Masjid Raya Bandung Provinsi Jabar menyembelih hewan kurban sebanyak 12 ekor sapi dan 12 ekor domba yang akan dibagikan ke 3.500 sampai 4.000 mustahik. Hewan kurban tersebut berasal dari Presiden Joko Widodo, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil, serta para jamaah.

Sementara di lingkungan Pemprov Jabar, tahun ini terkumpul hewan qurban sebanyak 92 ekor sapi. Yakni 42 ekor berasal dari para pegawai dan 50 ekor dari Baznas Jabar.

Selain itu, terdapat juga 22 ekor domba yang akan disebar ke seluruh wilayah di Jabar. “Saya mengimbau pegawai pemprov untuk berqurban. Tahun lalu kita targetkan minimal per orang berqurban satu ekor dan hampir separuh karyawan berqurban. Jadi tercatat ada 7.000 setara kambing,” kata. (agp/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gunong Kulu Longsor, Ratusan Kendaraan Pemudik Terjebak Macet


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler