Polisi Beber Motif Penganiayaan yang Menewaskan Ustaz Kamaruddin, Oh Ternyata

Senin, 06 September 2021 – 01:59 WIB
Empat pelaku pembunuhan Ustaz Kamaruddin dihadirkan di Mapolres Gowa. Foto: Fajar

jpnn.com, GOWA - Jajaran Polres Gowa akhirnya berhasil mengungkap motif aksi penganiayaan yang menewaskan seorang ustaz bernama Kamaruddin, 25, akhir Agustus lalu.

Ternyata, korban dianiaya empat orang pelaku hingga kritis dan meninggal dunia karena disangka sebagai pencuri ternak oleh pelaku.

BACA JUGA: Berita Duka: Ustaz Kisworo Meninggal Dunia

Empat pelaku itu berinisial SM (50), NM (50), BR (40), dan NR (40) yang kini resmi berstatus tersangka dan ditahan di Mapolres Gowa.

“Awalnya tersangka NR ini bertemu dan menyangka bahwa korban adalah pencuri ternak karena korban membawa senjata tajam dan tali tambang,” kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rahman, Jumat (3/9/2021).

BACA JUGA: Berbuat Terlarang di Kamar Hotel, Oknum Pejabat Imigrasi Ditangkap Polisi

“Apalagi sana kerap terjadi pencurian ternak. Akhirnya NR menebas kaki korban dan korban lari ke hutan. Di sana ada NM, SM dan BR yang ikut serta menganiaya korban hingga kritis,” sambungnya.

Akibat, korban yang dikenal sebagai mubalig atau ustaz itu mengalami sejumlah luka bekas senjata tajam milik pelaku di sejumlah bagian tubuh dan para pelaku kabur.

BACA JUGA: Pengakuan Antoni Pembunuh Anak Tiri yang Selalu Didatangi Korban dalam Mimpi

Tak berselang lama, korban ditemukan warga sekitar dan dibawa ke Puskesmas Parangloe. Berselang beberapa jam, korban meninggal dunia dan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk autopsi.

“Saat ini keempat pria ini resmi tersangka dan telah kami tahan,” tandas perwira polisi tiga balok ini.

Sebelumnya diberitakan, pria bernama Kamaruddin ditemukan sekarat di sekitaran hutan di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, pada Selasa (31/8/2021) pukul 18.00 WITA kemarin.

BACA JUGA: Mencurigakan, Mobil Innova Tak Bertuan Diperiksa Polisi, Isinya Mengejutkan

Korban yang ditemukan warga pun langsung dibawa ke Puskesmas Parangloe untuk diberikan pertolongan. Sayang, di sana nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia. (ishak/fajar)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler