Polisi Berhasil Sikat Geng Spesialis Pencurian di Toko

Sabtu, 29 September 2018 – 04:59 WIB
Napi diborgol. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Tim Antibandit (TAB) Polsek Pabean Cantian, Surabaya mendapat tangkapan besar. Mereka meringkus empat orang komplotan pembobol toko yang biasa beraksi di Jalan Panggung dan sekitarnya.

Empat orang itu adalah Asmar, warga Sampang; Suda'i dan Junaedi, warga Jalan Jepara; serta Muklis yang tinggal di Jalan Gili. Keempatnya kini sudah ditahan. Petugas masih mengembangkan penyidikan kasus tersebut.

BACA JUGA: Polisi Bekuk Komplotan Bandit Spesialis Pembobol Toko di DKI

''Mereka kelas kakap. Sekali embat, bisa menggondol ratusan juta rupiah. Modusnya juga terlihat profesional," kata Kapolsek Pabean Cantian AKP Mellysa Amalia.

Perwira berkerudung itu menjelaskan, para pelaku memiliki peran berbeda-beda. Selain eksekutor, ada tersangka yang bertugas memantau sasaran.

BACA JUGA: Dua Maling Tertangkap Sebelum Beraksi

Mellysa menambahkan, pelaku tidak hanya mengambil uang. Mereka juga menggasak barang-barang yang dijual di dalamnya. Modusnya, tersangka masuk melalui atap dan turun dengan tali tambang.

Menurut Mellysa, penangkapan bermula saat petugas mendapat laporan dari salah seorang pengusaha distribusi palawija di Jalan Kalimati. Pemilik toko kaget melihat tempat usahanya acak-acakan. Brankas berisi uang Rp 110 juta rusak karena digergaji.

BACA JUGA: Pembobol Toko dan Indomaret Muba Ditembak Mati di Bengkulu

Petugas lantas melakukan penyelidikan di TKP. Mereka memeriksa beberapa bagian toko yang dirusak tersangka. Namun, petugas menemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya, hilangnya closed circuit television (CCTV).

''Dari situ, kami curiga ada orang dalam yang terlibat," kata Mellysa. Salah seorang yang diincar petugas adalah Asmar. Lelaki yang bekerja sebagai kuli itu sering keluar masuk toko. Selain itu, Asmar kerap ditugasi membersihkan CCTV.

''Setelah bukti kuat, kami menangkapnya," tambah Mellysa. Asmar tak bisa mengelak. Setelah didesak, pria 33 tahun itu membeberkan anggota komplotan lainnya. Muncul nama Suda'i dan adiknya, Junaedi. Mereka diringkus di Jalan Panggung.

Kepada polisi, tersangka membeberkan tugasnya masing-masing. Asmar dipercaya untuk memantau dan mengamati sasaran. Suda'i ditugasi sebagai eksekutor yang masuk ke toko. Sedangkan Junaedi memantau di sekitar kejadian.

''Hasilnya dibagi dengan jumlah berbeda," kata Suda'i. Lelaki itu dan adiknya mendapat bagian masing-masing Rp 40 juta. Asmar mendapat Rp 30 juta.

''Uangnya saya pakai investasi. Saya belikan dua sapi," kata Suda'i.

Dua hewan itu dititipkan kepada orang tua tersangka. Sapi milik Suda'i ikut diamankan di polsek sebagai barang bukti. Polisi juga menyita barang elektronik milik Junaedi. Sebab, benda-benda itu dibeli dari hasil kejahatan.

Kanitreskrim Pabean Cantian Iptu Tritiko menjelaskan, tersangka sudah beraksi sebanyak tiga kali. Sasarannya adalah pertokoan yang ditinggalkan pemiliknya. Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya tersangka lain.

''Kami juga menangkap Muklis. Dia pernah ikut mencuri bersama Junaedi dan Suda'i," ujar Tritiko. Muklis beraksi pada 20 Juli. Dia membobol sebuah toko di Jalan Songoyudan, Nyamplungan. (hen/c7/ano/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Bekuk Sandro, Si Pembobol Kantor Ekspedisi


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler