Polisi Diminta Buru Provokator Kericuhan Penertiban Tamansari

Selasa, 17 Desember 2019 – 20:51 WIB
Seorang warga menangis histeris saat penggusuran permukiman Tamansari di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pras

jpnn.com, BANDUNG - Direktur Eksekutif Indonesian Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo meminta aparat kepolisian memburu aktor di balik kericuhan penertiban lahan rumah deret Tamansari, Bandung.

“Dengan demikian, nanti diketahui masalah utamanya di mana karena biasanya dalam satu peristiswa bentrokan itu ada pihak-pihak ketiga yang memporovokasi," ujar Karyono, Selasa (17/12).

BACA JUGA: Polda Jabar Garap 62 Personel Terkait Ricuh Penggusuran di Tamansari

Menurut Karyono, langkah Propam Jawa Barat memeriksa 52 aparat kepolisian yang diterjunkan ke lapangan dalam penertiban lahan rumah deret Tamansari tersebut sudah tepat.

Karyono menjelaskan, pemeriksaan kepada puluhan aparat kepolisian tersebut sebagai bukti bahwa Polri tidak diskriminatif.

BACA JUGA: Begini Kata Ridwan Kamil soal Penggusuran Tamansari Bandung yang Ricuh

“Berarti langkah polisi objektif. Mereka memanggil dan meminta keterangan. Agar lebih objektif aparat juga harus memanggil warga dan mencari aktor di balik kericuhan itu," kata Karyono

Dia berharap masalah itu cepat diselesaikan. Menurut dia, perlu ada dialog antara Pemkot Bandung dan masyarakat.

"Provokasi dan provokator harus dipagari sehingga dialog berjalan," kata Karyono

Karyono meminta Pemkot Bandung bersikap adil kepada masyarakat yang terdampak penggusuran.

Menurut dia, harus ada kompensasi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.

"Penggantian tanahnya harus layak. Tentu saja mematuhi aturan yang berlaku. Jadi asas kebijaksanaan dikedepankan," tutur Karyono. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler