Polisi Lokalisir Demo Ribuan Massa KNPB

Kamis, 16 Juni 2016 – 05:42 WIB
Polisi melarang massa KNPB tanpa izin gelar aksi demo ke DPR Papua. Foto: Cederawasih Pos

jpnn.com - JAYAPURA - Niat ribuan massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyampaikan aspirasi mereka ke DPR Papua, Rabu (15/6), tidak kesampaian. Aparat kepolisian yang telah diturunkan sejak pagi, melokalisar massa.

Namun KNPB tetap menggelar aksi demo damai

BACA JUGA: Dirjen Otda Jamin Kepala SKPD Sarmi Dipegang Pejabat Lama

Dari pantauan Cenderawasih Pos, massa KNPB di wilayah Waena dan Abepura yang telah berkumpul sejak pagi untuk menyampaikan aspirasi ke DPR Papua tidak diizinkan oleh aparat Kepolisian. Sehingga ribuan massa ini hanya bisa beroras di pertigaan lampu merah Abepura. Aksi demo di pertigaan lampu merah Abepura ini berlangsung dari pukul 09.00 WIT hingga pukul 18.30 WIT.

Beberapa pendemo terdengar mempertanyakan sikap mendua polisi karena pada demo pada tanggal 2 Juni lalu bisa diijinkan untuk sampai ke DPRP. “Apa yang berbeda, sama-sama menyampaikan aspirasi tapi yang satu diperbolehkan sementara kami tidak, ada apa ini,” ujar salah satu orator.

BACA JUGA: Penting! Satu Jalur Tol Solo-Sragen Segera Siap untuk Arus Mudik

Kondisi yang sama juga terjadi di wilayah Distrik Jayapura Utara. Massa KNPB dari wilayah Angkasa Pura dan Yapis Dok V yang hendak melakukan long march ke gedung DPR Papua, tidak mendapat izin dari aparat kepolisian. Akibatnya massa KNPB ini hanya bisa berkumpul di Yapis Dok V Atas.

Kapolsek Jayapura Utara AKP. Wehelmus Ayomi, mengakui bahwa massa pendemo dari KNPB ini akan tetap dilokalisir di Yapis Dok V Atas, dan tidak akan diberikan kesempatan untuk melakukan aksi long march ke kantor DPRP Papua karena tidak mendapat izin. 

BACA JUGA: Jual Sebagian Harta dan Rental Kostum Adat Demi Dirikan Sanggar Budaya

“Kami tetap melokalisir mereka di depan Yapis. Mereka tidak kami izinkan untuk melakukan aksi demo ke DPRP sesuai dengan instruksi pimpinan. mereka hanya boleh melakukan orasi di tempat yang kami lokalisir,” jelasnya saat ditemui Cenderawasih Pos di Yapis Dok V Atas. 

Saat massa KNPB tidak bisa tembus menyampaikan aspirasi mereka ke DPRP, ratusan massa pro kemerdekaan Papua Barat sempat tiba di gedung DPR Papua. Namun lagi-lagi massa ini gagal masuk ke gedung DPRP karena tidak diperkenankan oleh aparat Kepolisian yang berjaga-jaga. 
Karena tidak bisa masuk ke gedung DPRP, ratusan massa ini akhirnya berorasi di Taman Imbi. 

Asius Ayemi selaku koordinator demo damai dalam orasinya mengatakan, yang memilih anggota DPR bukan polisi atau TNI tetapi masyarakat. Untuk itu, dirinya mempertanyakan alasan aparat untuk menghalangi mereka menyampaikan aspirasi.

Sementara itu, Ketua DPR Papua Yunus Wonda menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya ke DPRP namun tidak diizinkan masuk. 

“Bukannya kami DPR Papua tidak mau menerima, tapi ketika pendemo sudah ada di tempat baru kami terima. Tapi hari ini kami lihat pintu-pintu dipalang,” kata Yunus Wonda.

Yunus Wonda mengatakan, DPR tidak seperti Polda karena DPR merupakan rumah rakyat tempat menyampaikan aspirasi. “Di sini tempatnya, bukan seperti di Polda sana. Kalau DPR ini rumah rakyat. Sangat tidak benar sekali kalau aparat palang pintu-pintu di DPR. Ini rumah rakyat,” tegasnya. 

Yunus Wonda menegaskan bahwa dengan menyampaikan aspirasi hari ini tidak akan membuat Papua besok merdeka. “Papua masih dalam bingkai NKRI, sehingga biarkan mereka untuk menyampaikan aspirasi,” tambahnya. 

Dalam aksi demo kemarin seorang warga negara asing bernama Andreu Arino berusia 28 tahun yang diamankan karena kedapatan memotret pengamanan demo. 

Saat digiring ke Polsek Abepura, pemuda yang berstatus mahasiswa berkebangsaan Spanyol ini cukup sulit diajak berkomunikasi oleh polisi karena tak bisa berbahasa Indonesia. Namun saat menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, ia mengaku sebagai turis dan ingin berwisata. (ade/jo/nik/bet/fia/lay/nat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gara-gara Kisruh, PPP Daerah Ini Baru Buka Penjaringan Cawabup


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler