Polisi Menduga Andika Sembunyikan Aset First Travel

Senin, 11 September 2017 – 09:08 WIB
Andika Surachman (kiri). Foto: Fedrik Tarigan/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Polisi menduga Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan sengaja menyembunyikan sejumlah aset milik First Travel.

Karenanya, Penyidik Bareskrim Polri masih terus berupaya untuk mengendus semua aset perusahaan milik pasangan suami istri itu yang diduga dibeli dari uang jemaah. Hingga saat ini baru ada 10 aset perusahaan yang telah disita.

BACA JUGA: Polri Tak Bisa Kembalikan Aset First Travel kepada Calon Jemaah

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) baru menyerahkan sebagian hasil penelusuran dari rekening First Travel.

”Belum semua rekening yang diberikan penyidik ke PPATK ditelusuri,” terang jenderal berbintang satu tersebut.

BACA JUGA: Bos First Travel Terjerat Kasus, Angel Lelga: Saya Rada Kasihan Tadinya

Berdasarkan pada sebagian hasil penelusuran PPATK, maka penyidik menduga masih adasejumlah aset lain yang disembunyikan dua petinggi First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. ”Dalam pengembangan ini, aset di tempat lain masih terbuka lebar,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, penyidik Bareskrim juga melakukan penggeledahan di rumah mertua Tersangka yang berada di Cimanggis.

BACA JUGA: Anniesa Hasibuan Terjerat Kasus Penipuan, Ibunda Jupe: Baik Orangnya

Dalam penggeledahan itu ditemukan adanya buku tabungan yang selama ini belum diketahui. ”Rekening lainnya ini,” papar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Barang bukti yang ditemukan di rumah mertua tersangka tersebut akan dikompilasikan dengan barang bukti yang ditemukan sebelumnya. ”Oh, ada paspor lain juga yang ditemukan di rumah tersebut,” urainya.

Sementara Agen First Travel berinisial DH mengatakan, di belakang rumah mertua Anniesa itu sebenarnya terdapat kontrakan yang cukup luas.

Ada belasan pintu kontrakan yang diduga dimiliki oleh sepasang tersangka tersebut. ”Kami sebagai korban berharap bisa dicek,” jelasnya.

Menurutnya, orang tua tersangka juga sempat ditanya korban First Travel yang merupakan tetangganya. ”Tapi, orang tua Andika ini malah mengusir korban,” paparnya saat dihubungi kemarin.

Dengan skala kasus yang begitu besar, mengapa tersangka hanya tiga orang? Rikwanto menegaskan bahwa kasus tersebut belum berhenti, keterlibatan pihak lainnya masih diselidiki. ”Masih didalami lagi,” papar mantan Kabagpenum Divhumas Polri tersebut.

Dia mengakui, pascapenanganan kasus First Travel ternyata banyak laporan kasus terkait travel yang lain.

Saat ini sedang diidentifikasi, apakah ini ada kesalahan menejeman atau malah penggunaan uang jemaah umrah yang tidak sesuai. ”Yang mengakibatkan jemaah tidak bisa berangkat,” paparnya.

Maraknya bisnis travel umroh yang bermasalah tentunya perlu disikapi. Bareskrim berharap Kementerian Agama bisa membuat aturan yang lebih jelas.

”Sehingga, bisa menekan kemungkinan adanya kompetisi usaha yang tidak sehat,” terangnya.

Selama ini terdapat sekitar sepuluh aset yang disita polisi, diantaranya dua rumah Kiki Hasibuan, satu rumah dan kantor Andika serta Anniesa dan lima mobil.

Jumlah aset tersebut masih belum seimbang dengan jumlah uang jamaah yang disikat First Travel. (idr)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wiranto Juga Pertanyakan Aset First Travel


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler