Polisi Tembak Kaki si Spesialis Pengkhianat Teman

Rabu, 13 Februari 2019 – 14:16 WIB
Napi diborgol. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Imam Mahdi (20) bukan teman yang baik. Dia menjadikan teman-temannya sebagai sasaran kejahatan. Sudah dua temannya yang menjadi korban.

Mobil mereka dibawa kabur dengan berbagai cara. Ada yang dengan modus menolong, ada juga yang pura-pura reuni.

BACA JUGA: Pasutri Kompak Menipu dengan Modus Penukaran Valuta Asing

Tersangka beraksi pada 4 Januari lalu. Imam yang seorang penganggur mengajak teman semasa SD, termasuk Fahri Aufar, 20, reuni di sebuah kafe di Jalan Karah.

Korban datang dengan mengendarai mobil KIA B 1841 FYB. Namun, tempat parkir penuh. Tukang parkir menyarankan dia untuk parkir valet. Kunci mobil dibawa tukang parkir. Lalu, Fahri diberi kartu parkir.

BACA JUGA: Tiga Wartawan Abal - Abal Tipu Guru

Saat mereka asyik bercengkerama di dalam kafe, sekitar pukul 23.00 Imam meminjam kartu parkir yang tergeletak di meja ke Fahri. Berbekal kartu itu, tersangka meminta tukang parkir untuk menunjukkan lokasi mobil.

Dia lalu membawa kabur mobil tersebut dan tidak kembali ke kafe. "Saya baru sadar mobil dibawa kabur waktu mau pulang. Dia itu teman SD saya. Sudah lama tidak berkomunikasi. Lalu, dia mengajak reunian," ujar Fahri yang tinggal di Ngagel.

BACA JUGA: Terima Telepon Sebut Anak dapat Beasiswa? Waspadalah

Sementara itu, Imam yang tinggal di Banyu Urip mengaku sudah dua kali membawa kabur mobil milik temannya.

Dalam aksi kedua, dia membawa kabur mobil Toyota Rush L 1518 GL milik Ngedelan. Dia berpura-pura ingin membantu memperbaiki mobil yang rusak.

Bukannya memperbaiki, dia justru membawa kabur mobil. "Semua saya pakai sendiri," katanya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, tersangka memereteli spare partmobil Rush untuk dijual. Mobil itu masih berada di lokasi kejadian, Jalan Karah, karena kondisinya rusak.

"Tersangka merupakan pelaku pencurian dan pemberatan. Mobil dipereteli, lalu diambil spare part-nya untuk dijual," kata Sudamiran.

Setelah buron selama sebulan, Imam ditangkap pada 10 Februari lalu di Desa Wonoayu, Sidoarjo. Polisi terpaksa menembak kedua kakinya karena dia berusaha melawan dan kabur saat hendak ditangkap.

Sudamiran menambahkan, tersangka sempat mengganti pelat nomor kendaraan mobil KIA dengan pelat nomor palsu untuk mengelabui polisi. Dari B 1841 FYB, diganti menjadi D 1685 SR. Mobil itu pula yang dikendarai Imam ketika ditangkap polisi di Sidoarjo.

Kini polisi mengembangkan penyelidikan kasus tersebut. Tidak tertutup kemungkinan ada korban baru. Sudamiran mengimbau masyarakat apabila ada yang menjadi korban dengan modus serupa agar segera melapor kepada polisi.

''Kami akan kembangkan lagi. Sementara, yang teridentifikasi baru ada dua korban,'' kata Sudamiran. (gas/c7/eko/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Farhat Abbas: Mereka Harus Hati - hati


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler