Polisi Temukan Fakta Baru Kasus Pembunuhan Wanita Hamil yang Jasadnya Dikubur di Tol Jagorawi

Rabu, 30 Desember 2020 – 19:32 WIB
Hendra (38) dan Fauzi alias Unyil (20), pelaku pembunuhan wanita hamil saat rekonstruksi di pinggir Tol Jagorawi, wilayah Makasar, Jakarta Timur, Rabu (30/12). Foto: Dean Pahrevi/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Polisi menemukan fakta baru saat rekonstruksi kasus pembunuhan wanita hamil berinisial HH (22) yang jasadnya dikubur di pinggir Tol Jagorawi, wilayah Makasar, Jakarta Timur pada 3 April 2019 lalu.

Dalam rekonstruksi yang dilaksanakan di Tol Jagorawi KM 00 tersebut, terdapat 24 adegan yang diperagakan kedua pelaku Hendra (38) dan Fauzi alias Unyil (20).

BACA JUGA: Anak Perempuan Ini Menangis, Ketakutan, Polisi Sudah Bergerak

Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar mengatakan, pihaknya menemukan satu fakta baru terkait kasus tersebut.

Di mana keterangan Unyil saat pemeriksaan awal berbeda dengan salah satu adegan rekonstruksi yang diperagakan.

BACA JUGA: Dosen Bertanya Keperawanan Mahasiswi, Pihak Kampus Malah Jawab Begini

"Cerita si Unyil ini agak berbeda dengan apa yang kami rekonstruksikan di lapangan ini. Nanti akan kami dalami dan sempurnakan kembali," kata Saiful saat dikonfirmasi, Rabu (30/12).

Fakta baru, lanjut Saiful, mulanya Unyil mengaku dirinya ikut bersama Hendra menguburkan jasad korban di pinggir Tol Jagorawi.

BACA JUGA: Misteri Pembunuhan Wanita Cantik Karyawan Bank

Namun, faktanya dalam rekonstruksi, Unyil ternyata hanya tetap berada dalam bus, menunggu Hendra yang menguburkan jasad korban.

"Awalnya si Unyil ini memberikan keterangan bahwa dia ikut membawa korban sampai penguburan, ternyata setelah kami lakukan rekonstruksi si Unyil hanya menunggu di mobil saja," ujar Saiful.

"Peranan Unyil hanya menunggu tetapi dia tetap mengetahui kejadian tersebut (pembunuhan)," sambung Saiful.

Diketahui, Hendra merupakan kekasih HH. Pembunuhan bermula saat HH yang tengah hamil anak dari Hendra meminta agar kekasihnya itu bertanggung jawab dengan menikahinya.

Permintaan itu pun ditolak Hendra karena dirinya sudah berkeluarga sebelumnya. Kesal karena terus dipaksa HH, Hendra yang merupakan sopir bus itu pun menganiaya HH.

Penganiayaan dilakukan di dalam bus di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi. HH dipukul dengan balok kayu hingga tewas.

Kemudian, Hendra meminta Unyil untuk menemaninya membuang jasad HH di pinggir Tol Jagorawi.

Selanjutnya, Hendra dan Unyil melarikan diri. Sedangkan jasad HH ditemukan oleh warga sekitar.

Polisi pun sulit melakukan identifikasi jasad HH yang saat itu tidak diketahui identitasnya.

Pada akhirnya, Hendra dan Unyil ditangkap polisi pada 14 Desember 2020 lalu. (mcr1/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler