Polisi Temukan Hal ini Saat Olah TKP Korban Gantung di Desa Lantan

Rabu, 04 Januari 2023 – 11:33 WIB
Proses identifikasi oleh Tim Inafis Polres Lombok di TKP. Foto: Humas Polres Lombok Tengah for JPNN.com

jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Penemuan mayat yang diduga di Dusun Pondok Komak, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB pada Selasa (3/1) sontak membuat geger warga setempat.

Bagaimana tidak, korban inisial FS (19) pertama kali ditemukan dalam kondisi tergelantung di sebuah paku yang ada di depan pintu kamarnya oleh adik iparnya.

BACA JUGA: Olah TKP Kapal Terbakar di NTT, Tim Labfor Menyelam Sedalam 20 Meter

Kapolsek Batukliang Utara Iptu Sribagyo dalam keterangan resminya membenarkan peristiwa tersebut.

Kapolsek pun menjelaskan kronologisnya, menurutnya, berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

BACA JUGA: Inilah Temuan AKBP Ridwan Soplanit saat Olah TKP di Rumah Ferdy Sambo

"Sekitar pukul 11.30 WITA R (13), (adik ipar korban) pulang dari sekolah langsung masuk ke kamar korban dan melihat posisi korban dengan leher terikat tali dan tergantung," kata Kapolsek, Selasa malam.

Melihat kejadian tersebut saksi R langsung berteriak memanggil S (50) ibunya yang juga mertua dari korban untuk melihat FS yang tergelantung di depan pintu.

BACA JUGA: Rizky Billar Tidak Wajib Hadir Saat Olah TKP, Ini Sebabnya

"Ibu liat kenapa dengan kakak saya," ucap Kapolsek menyontohi.

Mendengar panggilan R, kemudian S langsung bergegas menuju TKP dan melihat korban dalam keadaan tergantung dan sudah meninggal dunia.

Dengan kondisi panik, akhirnya S pun langsung berteriak memanggil tetangganya yang ada di sekitar rumahnya.

Warga yang mendengar teriakan S sontak berhamburan datang, dan langsung menghubungi suami korban.

"Suami korban yang saat itu sedang bekerja di kebun yang jaraknya cukup jauh dari rumah korban, selang beberapa lama suami korban pun datang," ujar Kapolsek.

Mengetahui hal itu, pihaknya pun langsung mengamankan lokasi kejadian, serta meminta keterangan saksi- saksi.

"Kami menghubungi tim Inafis Polres Lombok untuk dilakukan identifikasi dan olah TKP," imbuh Kapolsek.

Selain itu Kapolsek juga langsung menghubungi Tim Medis Puskesmas Tanak Beak untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban.

"Selang beberapa saat Tim medis datang ke TKP di pimpin langsung oleh Kepala Puskesmas," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Tanak Beak, kata Kapolsek, pada bagian kepala serta muka korban tidak ditemukan kelainan.

Sementara pada leher terdapat bekas tali ikatan yang terlihat kebiruan dan bengkak yang diduga akibat jeratan tali.

"Lidah dalam keadaan tergigit, sementara pada alat kelamin korban terlihat cairan yang kekuningan setelah Urine," tandasnya.

Kemudian pada bagian dada, dan tangan korban tidak ditemukan bekas luka, hanya pada lutut sebelah kiri ada bekas jeratan tali, dan pada lutut sebelah kanan terlihat ada lebam serta lecet.

"Korban kemudian di bawa ke Puskesmas Tanak Beak untuk di lakukan pemeriksaan ulang," ujar Kapolsek.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, lanjutnya, kedua orang tua korban dan semua keluarga yang hadir sepakat untuk dilakukan autopsi.

"Jenazah korban langsung diberangkatkan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk dilakukan autopsi dengan dikawal langsung oleh tim Inafis Polres Lombok Tengah," jelas Kapolsek.

Untuk sementara waktu, pihaknya belum bisa menyimpulkan dan memastikan penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil autopsi dari Rumah sakit Bhayangkara Mataram.

"Tadi kami sudah periksa 3 saksi untuk penanganan awal. Tetapi untuk lebih jelasnya tanya ke Polres aja ya," pungkas Kapolsek.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah Iptu Redho Rizki Pratama yang dikonfirmasi via WhatsApp belum bisa memberikan hasil pemeriksaannya.

Redho menegaskan, secepatnya akan menginformasikan hasil pendalaman yang dilakukan Kepolisian.

"Lagi kami lakukan pendalaman apakah gantung diri atau pembunuhan. Kalau udah pasti nanti kami konfirmasi ya bro," ucap Redho singkat. (mcr38/jpnn) 


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Edi Suryansyah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler