Polisi Temukan Ini dari Salah Satu Ruangan TKP Mayat Ibu-Anak Depok

Jumat, 15 September 2023 – 04:59 WIB
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Samian (tengah) memberikan keterangan kepada media. Foto: Lutviatul Fauziah/JPNN.com

jpnn.com, DEPOK - Polisi membongkar salah satu ruangan di TKP mayat ibu dan anak di Perumahan Bukit Cinere Indah, Kota Depok, Jabar, Kamis (14/9).

Kedua jasad tersebut adalah Grace Aranjani Harahapan (64) dan sang anak bernama David Ariyanto Wibowo (38), yang ditemukan tewas di dalam kamar mandi dengan kondisi sudah menjadi tulang belulang.

BACA JUGA: Ibu dan Anak Tewas Seusai jadi Korban Tabrak Lari, Tuh Pelakunya

“Kebetulan ada satu tempat yang memang terkunci dan kuncinya juga tidak ditemukan, sehingga tadi kami coba menggunakan ahli yang bisa membuka ruangan itu,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Samian dilansir JPNN Jabar, Kamis (12/9).

Samian mengungkapkan di ruangan yang terkunci tersebut hanya ada barang-barang rumah tangga.

BACA JUGA: Ada Mayat di Bawah Jembatan Sungai Sibam Pekanbaru, Berikut Ciri-cirinya

“Di situ hanya terdapat barang-barang rumah tangga saja. Itu gudang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnnya, Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) mendapatkan ratusan data dalam olah TKP lanjutan kasus penemuan jasad ibu dan anak yang sudah menjadi tulang belulang di kamar mandi, Perumahan Bukit Cinere Indah, Kota Depok.

BACA JUGA: Karnaval HUT RI di Mojokerto Jatim Mencekam

Pembina Apsifor Reni Kusomo Wardani mengatakan pihaknya melakukan observasi dan pengumpulan data di lokasi kejadian.

“Semua data yang ada kami kumpulkan, karena bagaimana pun perilaku seseorang bisa dilihat dari apa yang ada di dalam tempat tinggalnya, ruang-ruang aktivitasnya,” ucapnya.

Nantinya, setelah mengumpulkan data akan ada tahap pengkuran, serta menanyakan kepada pihak-pihak yang mengenal (korban).

Dia menerangkan data yang diambil tersebut dari kebiasaan sehari-hari kedua korban.

“Biasanya orang hidup itu mandi, bagaimana, sih, dia mandi, perlengkapan mandinya apa, merek-merek itu, kan, menggambarkan hidup. Kemudian makan, kebiasaan apa itu semua dari depan sampai ke kamar yang menggambarkan aktivitas mereka itu kami dalami, jadi kami kumpulkan semuanya secara random belum bisa disortir,” terangnya.

Dari olah TKP kali ini, dirinya menyebut ada ratusan data yang diambil.

“Banyak banget (data yang diambil), ratusan kali, ya. Karena setiap jengkal kami foto dan ada maknanya,” ungkapnya.

Dia menerangkan nantinya data tersebut akan dianalisis lebih lanjut, nantinya akan ketahuan data apa saja yang masih diperlukan.

“Makin banyak data yang kami dapatkan, maka semakin memudahkan kami untuk bisa menjelaskan apa yang ada di dalam rumahnya,” kata dia. (mcr19/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Ungkap Kasus Mayat Ibu Muda di Dalam Sumur, Pelakunya Ternyata


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler