Politikus PDIP: SBY Tidak Sadar Telah Ikut Intervensi Hukum

Kamis, 03 November 2016 – 14:04 WIB
Politikus PDIP Masinton Pasaribu. FOTO: Dok. JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu mengaku aneh dengan sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terlalu reaktif terhadap aksi unjuk rasa 4 November besok.

SBY meminta aparat penegak hukum dalam mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonkatif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus dilakukan secara fair dan adil.

BACA JUGA: Yakinlah, Malam Ini Ahok Jadi Tersangka Penistaan Agama

Terkait permintaan SBY, Masinton mengatakan Presiden Keenam RI itu secara tidak sadar telah ikut mengintervensi hukum dan seolah-olah ingin ikut berperan memenangkan Pilgub DKI, di mana Partai Demokrat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono.

"Semakin jelas bahwa aksi-aksi beredar sekarang itu dipertegas Pak SBY berkiatan dengan Pilkada," ujar Masinton kepada JawaPos.com, Kamis (3/11).

BACA JUGA: Tim Kampanye Ahok Bakal Laporkan Pemukulan Ketua RT 01

Anggota Komisi III DPR tersebut berpesan kepada SBY sebaiknya tidak ikut campur terhadap kasus mantan Bupati Belitung Timur. Sebab cara yang dilakukan SBY akan semakin memperkeruh suasana. Bukan malah mendinginkan situasi.

"Kan gini tugas politisi itu kan harus juga bisa mendinginkan suasana, tugas pemimpin itu bukan sekadar politik, tapi juga memikirkan persoalan kebangsaan," tegasnya.

BACA JUGA: FPI Sodorkan 3 Ahli untuk Perkuat Dugaan Ahok Menista Alquran

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengaku proses penegakan hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Ahok harus dilakukan fair dan adil.

Menurut pria kelahiran Pacitan, Jawa Timur itu, penegakan hukum ada di tangan pihak kepolisian, bukan ada di Presiden Joko Widodo (Jokowi), organisasi masyarakat (ormas) ataupun Partai Demokrat sendiri.

Oleh sebab itu, Partai Demokrat mengharapkan penegakan hukum terhadap Ahok bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Seperti diketahui, dalam kunjungannya ke Kepulauan Seribu, Ahok mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dengan politisasi ayat suci Alquran dengan menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 yang mengharuskan umat Islam tidak memilih pemimpin non muslim.(cr2/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aktivis 98: Tokoh Politik Jangan Merusak Kebangsaan Demi Kepentingan Sesaat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler