Politikus PKS Ini Curiga Maaf Ahok Tidak Tulus

Selasa, 11 Oktober 2016 – 10:35 WIB
Nasir Djamil. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Politikus PKS Nasir Djamil menduga permohonan maaf yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama tidak tulus. Pasalnya, pernyataan menyesal baru dilontarkan setelah pria yang akrab disapa Ahok itu dalam posisi terpojok.

"Sebenarnya, dari sisi waktu dia (Ahok, red) terlambat minta maaf. Harusnya ketika di awal, ketika hari pertama, atau kedua. Ketika itu dia minta maaf, dia lebih gentleman. Kalau sudah beberapa hari seperti ini kan kesannya dia terpojok ya. Sudah ramai baru deh (minta maaf, red)," kata anggota Komisi III DPR RI itu di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (10/10).

BACA JUGA: Sori, Polda Metro Jaya Tak Bermaksud Membela Ahok Lewat Twitter

"Makanya saya katakan. Jadi minta maafnya untuk sesuatu, bukan karena ingin meminta maaf," tambah dia.

Meski begitu, lanjut politikus asal Aceh ini, bagaimanapun juga permintaan maaf Ahok harus diterima. Dia hanya mengingatkan bahwa sebaiknya perbuatan itu tidak diulangi lagi.

BACA JUGA: Susul Stadium, Diskotek Miles Segera Ditutup Pemprov DKI

Nasir juga meminta, Ahok dan tim sukses belajar dari pengalaman. Ahok diharapkan jangan mengucapkan kalimat-kalimat yang berpotensi disoal, terutama di media sosial.

"Dia harus menyadari dan meminta kepada semua timnya untuk tidak lagi menggunakan media sosial untuk memperkeruh suasananya. Jangan kemudian minta maaf, tapi tetap saja memprovokasi lewat media sosial," tutup Nasir. 

BACA JUGA: PKS Minta Kasus Penistaan Agama Ahok Tetap Dilanjutkan

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera memilih tidak berkomentar soal permintaan maaf Ahok. Pihaknya menyerahkan kepada masyarakat apakah menerima atau tiak permintaan maaf itu.

"Kan beliau (Ahok, red) sudah minta maaf, jadi itu diserahkan kepada publik," ujar rekan Nasir di PKS ini. (aen/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kiai Said Imbau Ahok Tidak Sekadar Minta Maaf


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler