Polri Masih Identifikasi Korban Mutilasi di Bekasi, Siapakah Korban?

Rabu, 04 Januari 2023 – 20:34 WIB
Suasana Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (18/7/2022). ANTARA/Yogi Rachman

jpnn.com, JAKARTA - Polri melakukan identifikasi terhadap jenazah korban mutilasi di Kampung Buaran, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati Brigjen Polisi Hariyanto mengatakan proses identifikasi terhadap jenazah perempuan korban mutilasi itu dilakukan di ruang Instalasi Forensik menggunakan metode Disaster Victim Identification (DVI).

BACA JUGA: Sempat Dikabarkan Hilang, Pria Asal Bekasi Ditemukan Bersama Mayat Korban Mutilasi

"Kami identifikasi seperti proses DVI. Periksa DNA, odontogram (pemeriksaan data medis gigi), antropometrik dan medik," kata Hariyanto di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan DVI merupakan metode yang sering digunakan untuk identifikasi korban kasus kecelakaan, bencana alam dengan jumlah banyak, dan kondisi jenazah sulit dikenali secara fisik sehingga diidentifikasi menggunakan data medis.

BACA JUGA: Rumah Ferdy Sambo Dijaga 130 Polisi

Hariyanto mengatakan pemeriksaan DNA dan data medis gigi perlu dilakukan karena keduanya memiliki data medis yang mampu menunjukkan identitas seseorang secara ilmiah sehingga hasilnya akurat.

Dia menjelaskan proses identifikasi dilakukan dengan membandingkan sampel DNA dari jenazah korban yang dicocokkan dengan sampel DNA anggota keluarga korban melalui serangkaian proses uji laboratorium.

BACA JUGA: Jayapura Diguncang Gempa M 5,5, Warga Panik Tak Berani Masuk Rumah

"Dari penyidik sudah mengantongi identitas berdasarkan laporan orang hilang, tetapi, untuk pemastian secara ilmiah, akan dilakukan pemeriksaan DNA," ujar Hariyanto.

Hariyanto mengatakan proses pencocokan sampel DNA untuk identifikasi tersebut sedang berlangsung di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri.

Dia mengatakan hasil identifikasi itu nantinya diserahkan ke penyidik yang menangani perkara untuk membantu pengungkapan proses hukum kasus pembunuhan disertai mutilasi.

"Masih tunggu hasil DNA untuk kepastiannya. Tunggu saja hasilnya," kata Hariyanto.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengusut kasus penemuan mayat perempuan korban mutilasi yang disimpan di dalam kontainer plastik di sebuah kontrakan di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan penemuan mayat korban mutilasi tersebut berawal dari laporan orang hilang di Polsek Bantar Gebang. Seseorang yang dilaporkan orang hilang adalah pria berinisial MEL.

Kemudian polisi mendapat informasi bahwa yang bersangkutan ada di indekos di Tambun, Bekasi.

Polisi kemudian mendatangi indekos MEL pada Kamis (29/12) sekitar pukul 23.00 WIB dan meminta kepada pemilik indekos untuk membuka kamar kos yang bersangkutan.

"Pada saat kami cari di lokasi itu kami mengajak pemilik kos ke dalam, ternyata di dalam kami menemukan, sangat mengejutkan buat kami tim penyelidik, ternyata di sana ada jenazah dalam dua kontainer," ujar Hengki. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suamiku Berzina dengan Ibu Kandungku


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler