Polri Deteksi Metode Baru Pengiriman Narkoba ke Indonesia

Selasa, 06 Agustus 2019 – 04:21 WIB
Barang sitaaan sabu-sabu. Foto ilustrasi: BNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mendeteksi metode baru berupa pemecahan pengiriman narkotika untuk memuluskan masuknya barang haram tersebut ke Indonesia.

”Strategi ini dipilih setelah kasus pengiriman 1,5 ton sabu menggunakan satu kapal terungkap di Batam. Kini mereka memecah pengiriman narkotika menjadi beberapa rute,” papar Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto.

BACA JUGA: Berbuat Hal Terlarang, Kepala Desa Kembang Kuning Diciduk Polisi

BACA JUGA: PDIP Siap Pasang Badan Lawan Hak Angket Gubernur Sulsel

Dari kegagalan itu, bandar ternyata meninggalkan cara mengirim dalam satu pengiriman besar. Maka, yang terjadi saat ini pengungkapan kasus penyelundupan dengan barang bukti maksimal hanya 50 kilogram. ”Itu karena beberapa ton dipecah, dikirim dengan sepuluh kapal,” jelasnya.

BACA JUGA: Andi Rizal Bakri Meninggal Dunia, Semoga Diampuni Dosa - dosanya

Yang lima kapal tertangkap oleh petugas, namun lima kapal lainnya lolos masuk. Memang strategi ini harus dicari solusinya agar bisa dicegah. ”Kami terus berupaya,” papar jenderal bintang satu tersebut.

Menurutnya, salah satu cara untuk menghentikan strategi semacam itu adalah bekerjasama dengan kepolisian asal narkotika. Saat ini, Dittipid Narkoba terus memperkuat kerja sama dengan berbagai negara.

BACA JUGA: Jefri Nichol: Saya Sudah Mengikhlaskan Itu Semua

”Misalnya, Malaysia yang menjadi salah satu transit pengiriman narkotika,” tuturnya.

Kerja sama lainnya juga terus dilakukan dengan target untuk bisa menangkap bandar utama yang mengirim narkotika ke Indonesia. ”Kami sedang berusaha keras untuk ini,” tuturnya.

Selain itu, yang juga dilakukan adalah pemetaan sepanjang pantai timur Pulau Sumatera. Dari Aceh, Medan hingga Batam. Sebab, wilayah itu merupakan tempat favorit pengiriman barang oleh bandar narkotika.

”Sistemnya mereka dari Myanmar memakai kapal ke wilayah laut internasional, berdekatan dengan Malaysia dan Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA: Kabar Baik untuk Romi Syofpa Ismael, Dokter Difabel yang Dicoret dari CPNS

Di wilayah laut internasional ini, bandar melakukan pemindahan narkotika dengan sistem ship to ship. Dari kapal besar ke kapal kecil yang jumlahnya banyak.

”Dipecahnya di proses ini,” tuturnya.

Biasanya, bandar narkotika ini bekerjasama dengan bandar asal Malaysia untuk mengirim masuk ke Indonesia. Saat sampai di wilayah pantai timur Sumatera, barulah bandar narkotika Indonesia menerima dan mengirim barang ke wilayah yang dituju.

”Tentu dengan kurir yang diperbantukan,” ujarnya.

Untuk kurir sendiri, ada fenomena menarik. Petugas menemukan fakta bahwa ada satu kurir yang bekerja untuk beberapa bandar. Hal tersebut menunjukkan seakan-aan ada jasa kurir untuk bandar narkotika.

”Ini yang akan kami kejar juga,” tegasnya. (jpg)

Kompensasi Akibat Mati Listrik:

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terjerat Kasus Narkoba, Nunung Minta Maaf pada Sule dan Andre Taulany


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler