Polri Santai Sikapi Rencana Kepulangan Habib Rizieq

Selasa, 20 Februari 2018 – 04:34 WIB
Habib Rizieq. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hingga kemarin (19/2), Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab belum juga pulang ke Indonesia, sejak pergi ke Arab Saudi pada April 2017.

Belakangan tersiar kabar bahwa pria yang akrab dipanggil Habib Rizieq itu segera pulang. Menyusul informasi tersebut, sempat beredar surat telegram yang memerintahkan pejabat teras Polri melaksanakan video conference membahas pengamanan untuk mengantisipasi kepulangan Rizieq.

BACA JUGA: Dengarkan Peringatan Polri Jelang Kepulangan Habib Rizieq

Namun, Wakapolri Komjen Syafruddin yang memimpin video conference kemarin membantah kebenaran surat telegram tersebut. ”Tidak ada, tidak ada,” ungkap dia ketika diwawancarai usai video conference.

Menurut dia, dalam video conference tersebut memang dibahas soal pengamanan ulama, tokoh agama, beserta tempat-tempat ibadah. Tapi, tidak ada pembasahan khusus berkaitan dengan rencana kepulangan Rizieq.

BACA JUGA: Gelar Vicon, Mabes Polri Bahas Kepulangan Habib Rizieq?

Jenderal polisi bintang tiga itu pun tidak ambil pusing soal rencana Rizieq kembali dari Arab Saudi ke tanah air. ”Tidak masalah, biasa saja,” imbuhnya.

Meski muncul informasi akan ada pengarahan massa untuk menyambut Rizieq di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Syafruddin menanggapi santai. ”Nggak apa-apa. Nggak ada masalah,” kata dia.

BACA JUGA: Habib Rizieq: Kalau Malam Ini Ada Tiket, Besok Pulang

Yang pasti, sambung dia, dirinya tidak memimpin video conference soal pengamanan untuk mengantisipasi kepulangan Rizieq.

Disamping pengamanan ulama, tokoh agama, dan tempat-tempat ibadah, kata Syafruddin, bersama jajarannya dia membahas rencana kunjungan dirinya ke beberapa daerah.

”Besok saya akan berkunjung ke Jawa Barat (Jabar), Jogja, dan Jawa Timur (Jatim),” terang dia.

Bukan hanya tiga daerah itu, dia bergantian dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian juga akan menyambangi daerah lainnya. ”Nanti semuanya akan dikunjungi,” ucap mantan kapolda Kalimantan Selatan itu.

Senada dengan Syafruddin, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, video conference yang dilaksanakan di Mabes Polri kemarin tidak membahas soal pengamanan guna antisipasi kepulangan Rizieq.

Instansinya hanya membahas soal pengamanan ulama, tokoh agama, dan tempat-tempat ibadah.

”Karena beberapa waktu lalu ada kejadian-kejadian yang memang faktanya ada penganiayaan kepada tokoh agama,” ucap dia.

Untuk itu, sambung Setyo, wakapolri memerintahkan seluruh kapolda menggerakan para kapolres di daerah masing-masing agar mengamankan tempat-tempat ibadah di wilayah hukum mereka. Itu dilakukan melalui pendekatan tokoh agama.

Khusus Jabar, Jogja, dan Jatim, Mabes Polri turut turun tangan. Sebab, di tiga daerah tersebut sudah terjadi penyerangan terhadap tokoh agama maupun tempat ibadah. ”Polri serius mengungkap kasus-kasus yang terjadi,” ujarnya.

Meski membantah ada pembahasan pengamanan untuk mengantisipasi kepulangan Rizieq, Polri meminta semua pihak taat aturan apabila hendak menggerakan massa. Apalagi ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang termasuk salah satu objek vital.

”Prinsip, bandara aman. Harus aman,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal kemarin.

Jika tidak taat aturan tentu saja Polri tiak akan memberi izin. ”Siapa saja yang memobilisasi massa, kelompok mana saja nggak boleh (tanpa izin),” tambahnya. (syn/sam/wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada yang Ambil Keuntungan di Isu Kepulangan Rizieq


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler