Polri Sita Puluhan Mobil Mewah Bodong di Batam

Jumat, 24 September 2010 – 00:50 WIB

JAKARTA — Direktorat Keamanan Trans Nasional (Kamtranas) Bareskrim Mabes Polri menyita puluhan mobil mewah impor di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Kamis (23/9)Mobil-mobil yang disita itu diduga menggunakan administrasi kepabeanan palsu sehingga merugikan kerugian negara dari sektor pajak

BACA JUGA: Ditahan KPK, Wako Tomohon Tetap Yakin Menangi Pilkada



Selain itu, mobil-mobil yang sebagian besar diimpor dari Singapura itu diduga bermasalah saat didatangkan ke Batam
Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Iskandar Hasan mengungkapkan, tim dari Mabes Polri telah melakukan aksi sweeping mobil bodong di sejumlah lokasi di Batam sejak Kamis (23/9) pagi

BACA JUGA: Majalah Playboy Beredar di Balikpapan

Hasilnya, telah terdata 31 mobil mewah berbagai jenis yang diamankan di Mapolresta Batam-Rempang-Galang (Barelang).

"Mulai tadi pagi bergerak tim kita di Batam melakukan penyitaan dan peyelidikan terhadap mobil-mobil mewah yang nomer belakangnya X," kata Iskandar di Mabes Polri, Kamis (23/9)


Sweeping mobil mewah itu merupakan tindak lanjut atas pemberlakuan Peraturan Pemerintah nomer 63 tahun 2003 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Barang Mewah (PPN dan PPNBM) di Batam yang diberlakukan sejak 1 Januari 2004

BACA JUGA: Hawa Panas Muncul dari Lantai Rumah

Sebelumnya, mobil-mobil mewah bisa bebas masuk Batam karena adanya status kawasan berikat )bonded zone)Namun terhitung 1 Januari 2004, mobil-mobil yang masuk ke harus membawar PPN dan PPNBM.

Hanya saja dari temuan kepolisian, mobil yang masuk Batam setelah PP itu diberlakukan dituakan tanggal masuknya menjadi tahun 2003Hal itu dilakukan untuk menghindari pembayaran PPN dan PPNBM yang seharusnya ditanggung"Ada penyelundupan, diberi surat-surat yang tidak benarBPKB dan STNK-nya asli tapi datanya tidak benar," imbuhnya.

Dari itu pula, tambah Iskandar, pidana yang disangkakan terhadap para pelaku bisa berlapis yakni pemalsuan dan penyelundupanKarena itulah Polri akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengungkap jaringan pelaku serta keterlibatan oknum polisi maupun kepabeanan yang terlibat"Kemungkinan (keterlibatan oknum polisi) ada, nanti akan sampai ke situ, kita akan buka-bukaan nanti,’’ tegasnya.

Dari data yang dimiliki Polri jumlah kendaraan yang diduga memalsukan data ini mencapai ratusanKarena itulah Polri masih akan terus melakukan penyisiran di kawasan industri dan perdagangan terpadu tersebut.  "Ini kayaknya akan berkembang ratusan," ujarnya.(zul/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiga Korban KM Imin Jaya 06 Kembali Ditemukan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler