Polwan Jatuh di Pantura, Dihajar Truk, Innalillahi

Minggu, 29 Januari 2017 – 13:27 WIB
Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com - jpnn.com - Seorang anggota Polwan Polres Indramayu tewas, setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak mobil truk jenis Colt Diesel di jalur pantura Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Sabtu (28/1) siang.

Keterangan diperoleh Radar Indramayu (Jawa Pos Group), menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, bermula saat korban bernama Bripda Dewi Nur Kholisah (19), warga Dusun Karang Cengkeh, RT 04 RW 02, Desa Anjatan Baru, Kecamatan Anjatan mengendarai sepeda motor Yamaha X-Raide nopol E 2265 QY dari arah Cirebon menuju Jakarta dan berusaha menghindari lubang di jalan.

BACA JUGA: Bus Rombongan Dispenda Cirebon Jatuh ke Jurang, 2 Tewas

Karena hilang keseimbangan, korban bersama sepeda motornya terjatuh ke aspal. Di saat bersamaan melaju truk Colt Diesel yang melaju dari arah belakang korban.

Akibatnya kecelakaanpun tak dapat dihindari. Mobil yang tidak diketahui indentitasnya itu kemudian menabrak korban.

BACA JUGA: Istri Minta Polisi Bongkar Makam Aris Setiawan

Ironisnya, mengetahui korban tewas di TKP, mobil truk itu tancap gas kabur menuju arah Jakarta menghindari urusan dengan polisi dan amukan warga.

Warga setempat dan pengendara yang melintas di lokasi kejadian berusaha melakukan pertolongan. Namun, korban sudah meninggal dunia di lokasi kejadian.

BACA JUGA: Aksi Heroik Kapolres Gendong Satpol PP yang Kecelakaan

Kapolsek Losarang Kompol I Ketut Sumadhana, membenarkan terjadinya kecelakaan lalulintas tersebut dan korban adalah anggota Polwan yang berdinas di Polres Indramayu.

"Korban meninggal dunia di TKP dan jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Losarang. Petugas Unit Laka Lantas Polres Indramayu sedang menyelidiki kasus kecelakaan tersebut dan mencari mobil truk yang kabur,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sepanjang jalur pantura Kabupaten Indramayu kini mengalami kerusakan.

Terdapat banyak lubang yang menganga sehingga mengancam keselamatan pengendara.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, seolah membiarkan jalur pantura tersebut berlubang.

Masyarakat setempat meminta agar pemerintah jangan membiarkan jalan rusak dan harus segera memperbaikinya.

“Jangan sampai ada korban lagi dan mati sia-sia akibat jalan berlubang,” tegas Hendro warga setempat. (kom)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bertubi-Tubi, Tabrak Truk Gandeng dan Dua Rumah


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
kecelakaan   Polwan  

Terpopuler