Populasi Sapi Indonesia Meningkat 5 Juta Ekor

Kamis, 10 Oktober 2019 – 17:34 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melihat populasi sapi. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan sapi Indonesia menurut BPS mengalami peningkatan hampir 5 juta ekor sapi dalam periode 2014–2019. Peningkatan populasi sapi yang ada saat ini diungkapkan tidak lepas dari penggunakan teknologi inseminasi buatan (IB) secara masif, yaitu dengan sistem perkawinan pada ternak sapi secara buatan.

“Perkembangan sapi kita pada saat awal pemerintahan Jokowi sesuai BPS itu populasinya 14 Juta, namun hari ini sapi kita sudah ada 18 juta ekor hampir 19 juta ekor. Ada kenaikan hampir 5 juta ekor,” ungkap Amran pada Rapat Evaluasi UPSUS SIWAB tahun 2019 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Rabu (10/10).

BACA JUGA: KTNA: Stok Beras Era Amran Luar Biasa dan Membanggakan

“Insya Allah akhir tahun bisa 19 juta. Satu juta ekor per tahun kenaikannya” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Amran meminta agar beternak secara cerdas, misalnya ternak sapi limosin, dimana satu sapi Limosin setara dengan 3 atau 4 sapi lokal.

BACA JUGA: Mentan Andi Amran Rela Tutup Pabrik Racun Tikus Miliknya Demi Cegah KKN

Melihat populasi yang meningkat pesat, Amran meminta anggaran ditambah untuk program Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting ini.

Pembangunan sub-sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian, dimana sektor ini memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat atas bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, dan peningkatan rata-rata pendapatan penduduk Indonesia dan taraf hidup petani, peternak dan nelayan.

BACA JUGA: Gubernur NTT Sesumbar 5 Tahun ke Depan Indonesia Tak Perlu Lagi Impor Daging Sapi

Dalam kesempatan ini, Menteri Amran memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur sebagai pembina UPSUS SIWAB terbaik propinsi di Indonesia.

“Terima kasih semua pihak yang telah bersinergi atas prestasi ini. Terus kita tingkatkan dan kita tularkan kepada provinsi yang berminat,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sesaat setelah menerima penghargaan.

Menurutnya peningkatan produktivitas ternak sapi di Jatim dilakukan dengan sistem perkawinan inseminasi buatan (IB). Data Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur, hingga bulan September 2019, dari target 1.300.000 ekor sapi telah terealisasi 1.396.000 ekor sapi atau capaiannya 107 persen.

Khofifah mengatakan Jawa Timur berkontribusi 43 persen terhadap populasi nasional, atau setara 1,3 juta ekor dari program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

Kelahiran pedet (anak sapi) hingga September 2019 adalah 843.807 ekor dan yang lahir kembar 478 ekor sapi, yaitu 235 ekor dengan kelamin jantan dan 243 ekor betina dari 28 kabupaten empat kota dan yang paling banyak dari Kabupaten Tuban.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler