Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 Besar, Begini Analisis Ahli Epidemiologi

Selasa, 30 November 2021 – 19:03 WIB
Ilustrasi - prediksi gelombang ketiga covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman memprediksi terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

Dia menegaskan potensi gelombang ketiga itu nyata bahkan sejak varian Delta masih menjadi ancaman terbesar, sedangkan saat ini sudah ada varian omicron yang juga harus diwaspadai.

BACA JUGA: Waduh! Kasus Covid-19 di Depok Meningkat Lagi

Menurut Dicky, potensi gelombang ketiga terlihat jika jumlah populasi yang belum memiliki imunitas cukup signifikan.

Dia menyebut 10 persen populasi yang tidak memiliki imunitas karena belum divaksin atau belum terinfeksi sudah bisa memicu potensi gelombang ketiga Covid-19.

BACA JUGA: Arya Habib Riziq Meninggal Dunia, Sang Ayah Bercerita Begini

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Senin (29/11), cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 66,92 persen.

Artinya, jumlah orang yang belum memiliki tambahan imunitas dari vaksin sekitar 33,08 persen.

BACA JUGA: Datang ke Masjid Sebelum Subuh, Rosidi dan Ratih Ternyata Berbuat Ini

"Saya memprediksi gelombang ketiga bisa terjadi, ya, karena itu," kata Dicky kepada JPNN.com, Selasa (30/11).

Selain itu, faktor lainnya ialah pengabaian protokol kesehatan, lemahnya upaya testing, tracing, dan treatment, serta kurangnya surveilans genomic.

Dicky mengatakan potensi terjadinya gelombang ketiga memang besar, tetapi tingkat keseriusan dan dampaknya tidak bisa diprediksi karena kemunculan varian Omicron.

"Untuk 2022, tidak semudah seperti saya ketika prediksi gelombang pertama pada Januari awal tahun ini dan juga gelombang kedua Juli. Tahun 2022 akan sangat dinamis makanya akan ada perubahan," tutur dia.

Untuk itu, Dicky menekankan mitigasi perlu dilakukan secara lebih komprehensif, mulai dari pembatasan pintu masuk, pemberlakuan karantina tujuh hari dengan konsisten, protokol kesehatan, pemantauan kasus, cakupan vaksinasi, hingga surveilans genomic. (mcr9/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dini Hari, Ayah Penasaran dengan Tubuh Anak Tirinya, Terjadilah!


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler