PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 5 September, Kepala Daerah Diminta Lakukan Ini

Selasa, 30 Agustus 2022 – 20:05 WIB
Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA menyampaikan pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang kebijakan PPKM Jawa Bali. Foto dokumentasi Kemendagri

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali pada 30 Agustus sampai 5 September 2022.

PPKM tersebut dilakukan guna menekan laju penularan Covid-19. Selama PPKM, seluruh kabupaten/kota  di Jawa-Bali masuk kategori level 1.

BACA JUGA: Inmendagri Terbaru, PPKM Jawa Bali Diperpanjang, Seluruh Daerah Level 1

Hal itu tertuang dalam Inmendagri No. 41 tahun 2022 yang diteken Mendagri M Tito Karnavian pada 29 Agustus 2022.

Dirjen Bina Adwil Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA mengingatkan masyarakat agar tetap wasapada seiring makin meningkatnya mobilitas dan pemulihan ekonomi nasional.

BACA JUGA: PPKM Berlanjut, Jika Ada Siswa Covid-19, PTM Dihentikan Sementara

Dia mengatakan penetapan Level 1 pada seluruh wilayah Jawa-Bali didasari pertimbangan dan masukan dari para pakar dengan mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan.

“Penentuan ini tetap berpedoman pada Indikator Transmisi Komunitas pada Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan serta pertimbangan kondisi sosial ekonomi masyarakat," kata Safrizal dalam keterangannya, Selasa (30/8).

BACA JUGA: PPKM Diperpanjang, Seluruh Indonesia Level 1

Safrizal mengungkapkan dalam aturan terbarunya terdapat penyesuaian terkait pintu masuk bagi pelaku perjalanan luar negeri.

Terdapat 15 (lima belas) bandar udara yang menjadi pintu masuk perjalanan penumpang internasional, yaitu Bandar Udara Soekarno Hatta, Bandar Udara Kertajati, Bandar Udara Juanda, Bandar Udara Ngurah Rai, Bandar Udara Hang Nadim, Bandar Udara Sam Ratulangi.

Kemudian, Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid, Bandar Udara Kualanamu, Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Bandar Udara Minangkabau, Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, dan Bandar Udara Sentani di Provinsi Papua.

Safrizal meminta para kepala daerah untuk terus melakukan dukungan percepatan pelaksanaan booster secara proaktif, terfokus, dan terkoordinir.

"Pemakaian aplikasi PeduliLindungi harus terus dilakukan sebagai salah satu upaya melakukan tracing," tuturnya. (jlo/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler