PR Buat Gatot, Berantas Isu SARA Saat Pemilu di Ibu Kota

Selasa, 22 Januari 2019 – 18:40 WIB
Irjen Gatot Eddy Pramono. Foto: Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Posisi Kepala Polda Metro Jaya segera berganti dari Irjen Idham Aziz kepada Irjen Gatot Eddy Pramono. Eddy bukan orang baru di Polda Metro Jaya. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni berharap Eddy dapat menciptakan kondisi aman dan terbebas dari isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di DKI Jakarta.

BACA JUGA: Kapolda Metro Jaya Dukung Penggulungan Hercules

Dia yakin dengan pengalaman Gatot di Polri yang juga juga doktor kriminologi, itu akan mampu menciptakan situasi kondusif tanpa isu SARA di ibu kota saat Pemilu 2019.

“Saya yakin Irjen Gatot Edy Pramono sebagai Kapolda Metro Jaya nantinya akan mampu mengamankan stabilitas di ibu kota, khususnya saat Pemilu Serentak 17 April mendatang," kata Sahroni di Jakarta, Selasa (22/1).

BACA JUGA: Polantas Serobot Gerbang Tol, Kapolda: Jangan Sok-sokan!

Sahroni mengungkapkan, sebelum menjadi kapolda Metro Jaya, Gatot juga telah mengenal dengan baik karakter kehidupan maupun kriminalitas di ibu kota. Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 ini sempat menjabat sebagai kapolres Jakarta Selatan pada 2009, serta direktur reserse kriminal umum Polda Metro Jaya pada 2011.

Pada 2015, Gatot yang masih berpangkat brigadir jenderal (brigjen) kala itu berhasil meraih gelar doktor kriminologi Universitas Indonesia (UI).

BACA JUGA: Respons Mabes Polri Soal Klaim Irjen Rudy Jadi Kapolda Metro

"Gatot memiliki rekam jejak bagus dalam pengalaman maupun akademisi. Dia mengenal karakter Jakarta sejak menjabat sebagai kapolres Jakarta Selatan dan direktur reserse kriminal umum Polda Metro Jaya,” kata Sahroni.

Dia melanjutkan, tidak hanya memiliki pengalaman bertugas di Jakarta, Gatot juga merupakan salah satu polisi cerdas yang mampu meraih gelar doktor kriminologi. "Konsep pemikirannya akan sangat efektif meredam berbagai kriminalitas,” sambungnya.

Politikus Partai NasDem ini menambahkan, pengalaman Gatot sebagai kepala Satuan Tugas (Satgas) Nusantara sejak awal 2018 akan berdampak positif pada penanganan potensi gangguan kamtimbas dalam pemilu di ibu kota.

Menurut dia, dengan modal kemampuan itu, Gatot mampu mengeliminir isu SARA sehingga dinamika politik saat Pilkada DKI Jakarta yang sarat dengan isu agama tidak terulang di Pemilu Serentak 2019.

"Ini adalah tantangan kapolda Metro Jaya dalam mengamankan ibu kota saat pemilu serentak. Saya berharap dan optimistis Gatot sebagai kapolda Metro Jaya dengan berbagai pengalamannya mampu mengeliminir isu SARA di ibu kota,” katanya.

Lebih lanjut Sahroni juga menilai Idham Aziz sangat layak menjadi kepala Bareskrim. Keberhasilan mengamankan Polda Metro Jaya sejak menggantikan Irjen M Iriawan menjadi salah satu bukti kinerjanya Idham.

Ketegasan Idham memimpin menjadi modal penting dalam membenahi dan meningkatkan kinerja Bareskrim.

“PR terbesar Kabareskrim adalah membuktikan kepada masyarakat tak ada tebang pilih dalam penanganan perkara. Kabareksrim harus mampu memperlihatkan profesionalisme dan integritas jajarannya,” katanya.

Sahroni juga berharap Idham sebagai kepala Bareskrim terus memacu kinerja jajarannya di Direktorat IV Narkoba untuk menjadikan Indonesia tak lagi menjadi surga para bandar barang haram tersebut. "Kinerja baik dalam pemberantasan narkoba harus terus ditingkatkan," tegasnya.
Kerja sama dengan berbagai instansi ataupun elemen dalam pengawasan penyelundupan dan pabrik pembuat narkoba harus dimaksimalkan. Hal ini supaya peredaran zat terlarang ini semakin menghilang. "Tindak tegas oknum yang bermain dalam penanganan kasus atau bekerja sama dengan para bandar,” imbau Sahroni.

Dia mengingatkan pentingnya pemantauan narkoba jenis terbaru yang muncul di masyarakat.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Respons Polri Soal Video Irjen Rudy Klaim Jadi Kapolda Metro


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler