Prabowo Akui Pentingya Gerakan Perempuan bagi Kesejahteraan

Kamis, 22 Maret 2018 – 18:25 WIB
Prabowo Subianto. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wadah Global Gathering (WGG) digelar di Jakarta 21 sampai 23 Maret 2018. Para penggiat sosial dari 18 negara, berkumpul membahas isu-isu perempuan dan pembangunan.

Selain anggota WADAH International Committee dan para undangan lainnya, Prabowo Subianto turut hadir memberikan sambutan kunci.

BACA JUGA: Konon Jenderal Gatot Pengin Jadi Capres dari Gerindra

"Secara alami perempuan selalu memberi perhatian kepada anak-anak dan keluarga. Itu yang membuat gerakan perempuan menjadi penting, karena dia selalu fokus pada kesejahteraan keluarga, yang artinya kesejahteraan rakyat juga terjamin," kata Prabowo dalam pidatonya, Kamis (22/3).

Sementara itu, penggagas WGG, Anie Hashim Djojohadikusumo mengatakan, perempuan punya posisi strategis, sebagai obor dan pilar harapan untuk mencapai tujuan bersama. 

BACA JUGA: Bagaimana Jika Gatot atau Fahri Dampingi Prabowo? Cocok?

Indonesia termasuk salah satu dari 193 negara di dunia yang ikut mengesahkan kesepakatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2015) tentang Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) 2030, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

Agenda ini mengikat seluruh komponen bangsa. “Apalagi bagi WADAH, pendidikan sudah menjadi perhatian utama sejak awal berdirinya. Melalui pendidikan tersebut, WADAH bertekad memperjuangkan kemajuan masyarakat yang termarjinalkan, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan yang ada di komunitas mereka,” kata Anie.

BACA JUGA: Prabowo Bilang Indonesia Bubar 2030, Begini Respons Jokowi

WGG adalah sebuah ajang pertemuan dari banyak individu penggiat dan pemerhati sosial, serta organisasi sosial dalam jaringan internasional Yayasan Wadah Titian Harapan. WGG kali ini dilaksanakan di Jakarta, dari tanggal 21-23 Maret 2018.

"WGG pertama yang diadakan di Bali (2012) berbicara mengenai kemiskinan. Pertemuan ke-2 diselenggarakan di Yogyakarta (2015) dengan tema pendidikan (education). Maka pada pertemuan yang ke-3 ini akan membahas peran perempuan dalam mencapai tujuan global 2030," ungkapnya.

Yayasan Wadah, lanjut Anie, telah memperoleh status konsultatif khusus untuk ECOSOC-UN (Economic and Social Council – Dewan Ekonomi & Sosial PBB). Sehingga WGG menjadi istimewa, karena dapat melaporkan pada ECOSOC sebagai kontribusi pemikiran.

“WADAH sangat terhormat mendapat status tersebut. Untuk itu, kami memandang jauh ke depan untuk mendukung ECOSOC dalam pembahasan agenda 2030, di mana perempuan dapat berperan besar," tutur Anie Hashim, yang juga pendiri Yayasan Wadah Titian Harapan.

Dalam sesi pertemuan kali ini, WGG akan membahas tujuan global mengenai tidak ada kemiskinan, bebas kelaparan, mutu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan yang baik, energi terjangkau dan bersih, serta kesetaraan gender.

WGG ke-3 diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari 16 negara di dunia, seperti Bhutan, Haiti, India, Indonesia, Malaysia, Nepal, Filipina, Prancis, Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Korea Selatan, Lebanon, Myanmar, Singapura dan Switzerland.  (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Edhy: Pidato Prabowo Bukan Menebar Sikap Pesimistis


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler