Prabowo : Hati Mereka Sudah Beku

Selasa, 01 Mei 2018 – 19:39 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri acara Rakernas Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra, Jakarta, Kamis (5/4). Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi diusung ribuan buruh untuk menjadi capres pada Pilpres 2019.

Usai mendapat kepercayaan, Prabowo mengaku siap membawa Indonesia ke posisi yang lebih baik lagi.

BACA JUGA: Buruh Siap Mengawal Rekomendasi DPR Soal Tenaga Kerja Asing

Prabowo juga merasa bahagia usai resmi diberi kepercayaan untuk menjadi capres oleh buruh.

Mantan Pangkostrad ini lantas bercerita, di usia yang sudah mencapai 67 tahun, dia telah puluhan tahun mengabdi untuk Indonesia.

BACA JUGA: May Day, Ada 4.000 Pemohon SIM Baru, yang Gratis Cuma 100

“Terutama sejak usia 18 tahun saya berjuang mengabdi sebagai seorang prajurit TNI. Sejak usia muda saya telah menandatangani suatu perjanjian dengan negara bahwa saya siap untuk berkorban jiwa dan raga,” ujar Prabowo di Istora Senayan, Selasa (1/5).

Ketika itu, Prabowo sudah mempertaruhkan nyawanya untuk membela Indonesia dengan tekad dan harapan yang ada.

BACA JUGA: Buruh Rentan Disusupi Agenda Politik Kelompok Tertentu

“Ternyata di saat saya harus pensiun, saya melihat negara saya berada dalam keadaan tidak adil dan tidak makmur. Saya melihat elite-elite Indonesia entah bodoh atau entah apa, atau memang mereka hatinya sudah beku dan tidak cinta sama bangsa Indonesia,” tambah dia.

Namun, hal itu kata dia bisa juga dikarenakan ketidakmampuan pemimpin saat ini untuk menjaga bangsa Indonesia.

“Mereka tidak mampu melihat kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Tidak mampu menjaga kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia, tidak mampu menjaga kekayaan bangsa Indonesia,” tegas dia.

“Karena itu, saya memutuskan kepada diri saya sendiri bahwa apabila rakyat saya masih membutuhkan saya, apabila rakyat saya masih ingin memakai tenaga, jiwa dan raganya Prabowo Subianto, maka saya siap melaksanakan tugas,” timpalnya.

Mantan menantu Presiden Kedua Soeharto itu merasa sangat bangga, karena bisa mengabdi untuk negara dan membela rakyat.

“Orang tua saya selalu mengajarkan kepada saya, ‘Prabowo apa saja pekerjaan yang kau hasilkan, selalu bela rakyatmu, selalu bela rakyat yang miskin. Itu tugasmu sebagai anak saya’,” kata Prabowo menirukan ucapan orang tuaya. (mg1/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Massa Buruh di Depan Istana Kepresidenan Berangsur Bubar


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler