Prabowo Jadi Korban Hoaks, Mak-Mak di Cilincing Beri Kesaksian Begini

Rabu, 03 Januari 2024 – 12:25 WIB
Tangkapan layar saat Prabowo Subianto 'blusukan` di Kampung Sawah, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (30/12/2023). ANTARA/Instagram/@prabowo/Abdu Faisal

jpnn.com, JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menjadi korban hoaks. Pelakunya hingga kini belum diketahui siapa.

Oknum tersebut memberikan uang sebesar Rp 200 ribu kepada mak-mak warga Cilincing, Jakarta Utara setelah didatangi Prabowo.

BACA JUGA: Cerita Warga Cilincing Didatangi Utusan Capres Prabowo, Oalah

Mak-mak itu diwawancarai oleh oknum tersebut dan videonya dipotong-potong dan disebarkan.

Warga itu adalah Yuli Handayani, 36, yang videonya viral di media sosial.

BACA JUGA: BKI Beri Perlengkapan Daur Ulang Kulit Kerang di Cilincing

Ia mengaku bahwa wawancara oleh pihak yang memberinya Rp 200 ribu tersebut telah diedit sehingga tidak sesuai dengan aslinya.

"Video yang beredar itu bohongan Pak, enggak bener banget. Pertama itu mereka nanya ke saya, ibu didatangi Pak Prabowo? Saya jawab iya, Pak, saya seperti mimpi. Ya Allah saya seperti gimana gitu ya," cerita Yuli yang ditemui di rumahnya di daerah Cilincing, Rabu, (3/1/2024).

BACA JUGA: Sahabat Sandiuno Gelar Bazar Sembako Murah di Cilincing

Ia melanjutkan pelaku ‘operasi 200 ribu’ tersebut juga menanyakan apakah dirinya diberi uang oleh Prabowo.

"Saya jawab bukan uang, yang dikasih hanya baju warna coklat tiga. Bajunya juga lagi saya cuci. Prabowo hanya memberikan uang kepada anak-anak kecil untuk tahun baruan, udah gitu doang," ungkap dia.

Yuli mengaku justru pihak yang mendatanginya itulah yang memberikan uang kepada dirinya dan ibunya sebesar Rp 200 ribu.

"Justru saya yang dikasih duit sama orang dua itu (orang yang mewawancarai). Kata saya, itu duit apa, Pak? Jawab mereka, udah pegang aja ini rezeki ibu, bagi dua ya sama ibunya. Saya buka amplopnya, sudah lusuh juga, kotor gitu amplopnya, isinya dua ratus ribu rupiah. Ya, karena saya lagi enggak ada duit, ya udah saya beliin saja beras, dan sama ibu saya dibeliin bakso," kata Yuli.

Menurut dia, orang yang memberikan uang tersebut adalah dua orang laki-laki yang menggunakan kaus merah.

Yuli pun menyayangkan bahwa video yang beredar tersebut memotong testimoni kesannya saat didatangi oleh Prabowo.

Yuli mengaku bahagia bertemu Prabowo dan tidak ingin testimoninya menjadi bahan untuk menjelekkan Prabowo.

"Kalau bisa mah enggak usah begitu, pak, enggak usah viral-viralin, saya ngomong apa adanya, kalau saingan sih saingan, tetapi jangan begitu, jangan saling menjelekkan. Saya ngomong jangan dipotong-potong (videonya) jangan 'disetting-setting'. Saya hanya orang biasa," kata Yuli.(ray/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler