Prajurit TNI AL Harus Adaptif Hadapi Lingkungan Global

Kamis, 10 November 2016 – 02:14 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Intelijen Tahun 2016 di Gedung Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (9/11). FOTO: Dispenal

jpnn.com - JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan perkembangan lingkungan strategi global, regional maupun nasional yang didominasi oleh pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kita (TNI AL, red) untuk selalu adaptif. Ini mendorong perlunya peningkatan kekuatan, kemampuan dan gelar intelijen.

Hal itu disampaikan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Intelijen Tahun 2016 di Gedung Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (9/11).

BACA JUGA: Presiden Tegaskan Tidak Ada Pergantian Panglima TNI

Menurut Ade, setiap individu dan organisasi hendaknya senantiasa membangun pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam menyediakan informasi intelijen bagi satuan informasi tersebut . Sebab hal itu merupakan kunci tercapainya gelar operasi yang efektif untuk menyikapi keterbatasan alutsista yang dimiliki dihadapkan pada luasnya wilayah dan kompleksitas tugas.

Rakernis ini mengusung tema "Melalui Rakernis Intelijen TNI Angkatan Laut Tahun 2016, Kita Tingkatkan Sinergitas Intelijen Dalam Mendukung Tugas TNI Angkatan Laut.”

BACA JUGA: Golkar Dukung Penguatan DPD RI

Kegiatan Rakernis Intelijen TNI AL ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan Tahunan Anggaran Berjalan (TAB). Selain itu, memberikan rancangan rencana program dan anggaran dua tahun yang akan datang (2018) sebagai sumbangan RKA UO TNI AL bidang intelijen serta sebagai bahan masukan penyusunan perkiraan intelijen TNI Angkatan Laut.

Pelaksanaan Rakernis Intelijen diikuti sekitar 140 personel TNI Angkatan Laut dari komunitas intelijen, dan dihadiri perwakilan dari satuan kerja terkait.
Pada pelaksanaannya Rakornis Intelijen ini dibagi dalam beberapa sesi paparan dan diskusi dengan menghadirkan pembicara yaitu Pengamat militer Dr. Andi Widjajanto, Pengamat intelijen Laksda TNI (Purn) Robert Mangindaan, Direktur G BAIS TNI Laksma TNI Anwar Saadi, Kadispamal Laksma TNI Edy Suwito, Asintel Pangarmabar Kolonel Laut (E) Angkasa Dipua dan Asintel Pangarmatim Kolonel Laut (E) Yanuar Adi Legowo.

BACA JUGA: Demi Jihad, Berangkat Sendirian Bawa Tombak

Rakernis Intelijen yang berlangsung sehari ini ditutup oleh Asisten Pengamanan (Aspam) Kasal Laksamana Muda TNI Agus Heryana. Kegiatan ini diharapkan mampu merencanakan, merumuskan, menyusun, melaksanakan, mengawasi, dan mengendalikan serta mengevaluasi kerja teknis dalam bidang pengamanan, persandian dan intelmar.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Harus Antisipasi Jalur Sutra Baru Buatan Tiongkok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler